RS Unair Tambah Ruang Isolasi Corona Lebih dari 20

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 14:30 WIB
RS Unair
RS Unair Surabaya (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

RS Unair Surabaya selama ini hanya dapat menampung empat pasien corona karena keterbatasan ruang isolasi. Kini RS Unair akan menambah lebih dari 20 ruang di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair.

"Ada (penambahan ruang isolasi) di lantai lima, enam dan tujuh, ada tiga lantai. Belum tahu (jumlah ruangan). Banyak soalnya. Lebih dari 20. Ini sedang renovasi. Ruangan di RSKI Unair itu kan uwakeh (banyak sekali) ruangannya, tapi belum ada isinya," ujar Jubir Tim Satgas Corona dr Alfian Nur Rasyid SpP saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/4/2020).

Alfian menjelaskan tak hanya renovasi yang dilakukan, tapi juga mengisi kebutuhan ruang isolasi. Seperti penambahan anteroom, bed, oksigen dan macam-macam lainnya untuk kepentingan pelayanan pasien.

Renovasi ini ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu hingga dua pekan lagi. Nantinya RS Unair dapat menampung lebih banyak pasien corona.

"Seminggu, dua minggu lagi Insyaallah. Mudah-mudahan seminggu. Karena tukang ini nglembur, siang sampai malam nglembur. Bertahap (renovasi) tidak langsung semua, bertahap satu lantai, satu lantai," jelasnya.

Di RSKI, Alfian mengatakan ada ruangan yang berukuran besar dan rencananya akan disekat. Sehingga, di dalam satu ruangan nantinya tak hanya berisi satu pasien seperti saat ini.

"Nanti ada ruangan yang besar dipakai sekat-sekat. Kalau sekarang kan satu kamar satu orang, nanti ada ruangan besar isinya ada beberapa bed yang bisa dipakai pasien. Sekarang masih nunggu progres," ujarnya.

Jika terdapat penambahan ruang isolasi tiga lantai, artinya RS Unair akan membutuhkan tenaga medis, APD dan lainnya lebih banyak lagi. Beruntungnya, untuk tenaga medis mendapat bantuan dari Pemprov Jatim.

"Informasinya bantuan dari Pemprov, di RS Unair saya belum tahu berapanya (jumlah tenaga medis)," kata dia.

Sama halnya dengan renovasi, RS Unair tak melakukannya sendiri. Terdapat pula bantuan dari pihak Pemerintah, Rektorat Unair hingga swasta.

"Sumbernya banyak dari bantuan-bantuan, sumbangannya dari mana saja saya belum bisa memastikan karena belum cek. Cuman ini sudah berjalan, dari rektorat ada, provinsi, pihak swasta juga ada mungkin salah satunya CT ARSA," pungkas Alfian.

WHO: Masker Tidak Selalu Melindungi Anda:

(iwd/iwd)