Work From Home, Penggunaan Internet Masyarakat Jatim Naik 13%

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 12:08 WIB
media update kepada media melalui video conference
media update kepada media melalui video conference/Foto: Istimewa
Surabaya -

Momentum pandemi corona dimanfaatkan sejumlah perusahaan mengatur kebijakan work from home atau kerja dari rumah. Momentum ini berimbas kenaikan penggunaan internet masyarakat Jatim, yang naik hingga 13%.

General Manager Network Operation and Quality Management Region Jawa Timur Telkomsel Permata Jaya Simarmata (kiri) dan General Manager Consumer Sales Region Jawa Timur Telkomsel Erick Noviantoro (kanan) saat menyampaikan media update kepada media melalui video conference, Jumat (3/4/2020). Media update dilakukan melalui video conference untuk mendukung program pemerintah Physical Distancing untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Setiap pelanggan kita rata-rata ada peningkatan penggunaan internet 13%. Yang menggunakan telepon atau suara turun 2,2%. SMS turun 6,02%," papar Permata dalam video conference yang diakses detikcom di Surabaya.

Permata memaparkan tak hanya digunakan untuk akses internet saat WFH, internet ini kerap dimanfaatkan para siswa hingga mahasiswa untuk belajar melalui internet, mengirim tugas hingga kuliah online.

Permata menyebut rata-rata pelanggan mengakses internet selama 6 hingga 8 jam/hari.

"Selama WFH ini ataupun learning from home, pelanggan kami akses internet 6 sampai 8 jam. Rata-rata jam 09.00 pagi sampai 12.00 siang. Jam 18.00 sampai jam 22.00 malam. Ini juga banyak yang membuka sosmed ataupun belajar," imbuhnya.


Permata menyebut pihak Telkomsel juga memberikan bonus 30 GB kuota untuk para pelajar dan mahasiswa yang akan mengakses aplikasi ruang guru untuk belajar.

"Kita memberikan gratis kuota 30 GB untuk di ruang guru. Penggunaan ruang guru juga meningkat sampai 195%. Kita kasih ini sebagai salah satu persembahan dari Telkomsel, makanya banyak sekali yang pakai," papar Permata.

Sementara untuk lokasi yang cukup banyak mengakses internet di Surabaya, misalnya di perumahan dosen Unair.

"Untuk daerah mana saja yang banyak melakukan peningkatan di perumahan, di rumah sakit umum, contoh di Surabaya di perumahan dosen Unair," ungkapnya.

Sedangkan untuk arus mudik, Permata mengaku terjadi sejumlah arus mudik ke Jatim. Dari penambahan masyarakat yang mudik ini, berbanding lurus dengan kenaikan angka pengguna internet di Jatim. Diprediksi, angka kenaikannya mencapai 20%.

"Dari sekarang ada arus mudik. Minggu lalu kelihatan pada mudik semua, ini naik terus. Ini kemungkinan akan naik terus dari 13% menjadi di angka 20%," ujarnya.

GM Sales Region Jawa Timur Erick Noviantoro juga menambahkan bahwa Telkomsel bekerjasama dengan BNPB Jatim memberikan bantuan 100 perdana 6.5GB untuk membantu komunikasi tenaga medis.

Imbas Corona, BPN Kota Kendari Batasi Pelayanan Tatap Muka:

(hil/fat)