IDI Jatim Sebut Penyemprotan Disinfektan di Jalan Raya Kurang Efektif

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 18:10 WIB
Ketua IDI Jatim Sutrisno
Ketua IDI Jatim Sutrisno (Foto file: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Guna menekan angka Covid-19, digalakkan penyemprotan disinfektan di jalan raya, fasilitas umum hingga ke warga. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim menilai langkah itu kurang efektif.

"Jadi berdasar banyak referensi mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan ke area luas seperti tempat publik, gedung, jalan raya itu memang kurang bermanfaat," kata Ketua IDI Jatim, dr Sutrisno di Surabaya, Rabu (1/4/2020).

Sutrisno menjelaskan bahwa suatu virus cenderung susah bertahan hidup di area luar. Apalagi virus memerlukan media untuk hidup dalam hal ini menempel ke manusia bukan ke benda mati.


"Jadi memang banyak kurang manfaatnya penyemprotan disinfektan ini. Virus itu kan susah hidup liar di luar tanpa media. Bahkan referensi WHO juga menyebut kurang efektif dan berlebihan," terangnya.

"Memang dianggap berlebihan penyemprotan disinfektan, apalagi sifat dari virus ini droplet. Kalau droplet kan baru saat nyemprot dia menempel di orang lain itu yang bahaya. Kalau untuk di benda mati, jalan raya, virus ini cepat mati," imbuhnya.

Sutrisno menyebut hal yang paling penting dilakukan oleh masyarakat saat ini yakni social dan physical distancing. Menurutnya langkah itu merupakan langkah primer guna menghadapi wabah covid-19.

"Justru yang penting saat ini ya social distancing, physical distancing. Juga tidak lupa isolasi diri, menjaga status imun, badan selalu sehat dengan asupan gizi yang cukup. Intinya jarak antar manusia saa ini yang harus dijaga, saya rasa itu yang paling primer," tegasnya.

(fat/fat)