Mau Kondangan ke Blitar, Mobil Asal Malang Terpaksa Balik Kanan

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 19:51 WIB
melakukan upaya cegah tangkal penyebaran virus corona.
Pengguna jalan diperiksa suhu tubuhnya (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Sebuah mobil asal Malang terpaksa urung melanjutkan perjalanannya ke Blitar. Pasalnya petugas gabungan melarang masuk wilayah Blitar hanya keperluan kondangan.

Sebanyak 100 personel gabungan hari ini melakukan upaya cegah tangkal penyebaran virus corona. Di depan SPBU Selorejo, Kabupaten Blitar pasukan gabungan menggecek setiap kendaraan yang lewat dan menanyakan maksud mereka memasuki wilayah Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani mengatakan, tindakan tegas itu dilakukan karena Blitar sudah masuk zona merah. Sehingga pihak kepolisian bersama stakeholder lainnya berupaya membatasi traffic keluar maupun memasuki wilayah Blitar.

"Ya tadi ada satu mobil dari Malang bermaksud kondangan ke wilayah Talun. Nah ini kami minta untuk kembali karena keperluannya ini justru berpotensi menyebarkan wabah virus corona karena mereka dari wilayah terpalar," kata kapolres dikonfirmasi detikcom, Sabtu (28/3/2020).

Tak hanya menanyakan tujuan para pengendara, di pintu masuk timur Kabupaten Blitar yang berbatasan dengan Kabupaten Malang inilah, petugas gabungan juga melakukan penyemprotan disinfektan dan pengecekan suhu badan semua penumpang. Baik itu penumpang kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Seperti yang dilakukan semua penumpang minibus yang membawa beberapa santri asal Blitar. Mereka ini merupakan santri sebuah pondok pesantren di Malang yang dipulangkan oleh pihak ponpes ke rumahnya masing-masing.

"Tadi para santri yang diantar pulang pihak ponpes juga diperiksa suhu badannya satu-satu. Alhamdulillah semua dalam kondisi baik, tapi mereka tergolong ODR atau carrier karena datang dari wilayah terpapar. Jadi kami minta isolasi mandiri sampai 14 hari ke depan," tandas kapolres.

Polres Blitar, lanjut Fanani, juga akan menggelar kegiatan serupa malam ini. Selain itu juga telah berkoordinasi dengan beberapa perumahan, kecamatan, RT/RW untuk menerapkan lokasi physical distancing.

"Semakin banyak titik semakin baik. Kami sangat mengimbau, warga memperhatikan instruksi pemerintah, maklumat Presiden, imbauan pemda agar tidak bepergian keluar rumah jika benar-benar tidak urgent," pungkasnya.

(fat/fat)