Pedagang Pecel Lele dan Soto Ayam di Jakarta Diimbau Tak Mudik ke Lamongan

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 18:12 WIB
Wabah corona yang melanda Indonesia membuat perantau diimbau untuk tidak mudik Lebaran atau pulang mudik dadakan. Salah satu perantau yang diimbau tidak mudik ialah penjual pecel lele Lamongan.
Bupati Fadeli dan Gubernur Khofifah/Foto: Faiq Azmi
Surabaya -

Wabah corona yang melanda Indonesia membuat perantau diimbau untuk tidak mudik Lebaran atau pulang mudik dadakan. Salah satu perantau yang diimbau tidak mudik ialah penjual pecel lele Lamongan.

Bupati Lamongan Fadeli menyampaikan, pedagang rantauan asli Lamongan baik itu pedagang soto ayam, tahu campur hingga pecel lele diimbau untuk tidak mudik Lebaran.

"Untuk masyarakat Lamongan yang menjadi penjual pecel lele, soto ayam, tahu campur tidak perlu pulang kampung. Tidak perlu mudik dadakan juga sekarang, tingkatkan usaha kalian di sana," kata Fadeli saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (28/3/2020).


Fadeli mengungkapkan, banyak penjual pecel lele di kota-kota besar seperti DKI Jakarta berasal dari Lamongan. Fadeli menyebut, total ada sekitar 75-80 persen penjual pecel lele di DKI Jakarta merupakan warga asli Lamongan.

"Yang membuka tenda putih di Jakarta, pedagang kaki lima, penjual pecel lele, sari laut adalah orang Lamongan asli mayoritas. Sekitar 75-80 persen," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2