Kekebalan Tubuh Mampu Melawan Virus Corona dari Positif Jadi Negatif

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 19:28 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Surabaya -

Sejak kasus virus corona mewabah, RS Unair Surabaya sudah memulangkan tujuh pasien yang diisolasi. Di antaranya lima Orang dalam Pemantauan (ODP) dan dua pasien positif virus corona.

Juru Bicara Tim Satgas Corona RS Unair dr Alfian Nur Rasyid SpP mengatakan, virus corona ini merupakan viral disease atau penyakit virus. Secara umum, virus ini bisa disembuhkan oleh sistem kekebalan tubuh yang mampu melawan penyakit tersebut.

"Dari masa durasi 14 hari kurang atau lebih itu terjadi perang di tubuh orang yang kemasukan virus," kata Alfian saat dihubungi detikcom, Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, jika orang yang dinyatakan positif memiliki imunitas atau kekebalan tubuh bagus, maka virus corona bisa kalah dengan imunitas tubuh yang baik.

"Oleh karena itu, orang yang positif corona, ada yang tanpa gejala atau memiliki gejala ringan," ujarnya.

Sementara pasien yang memiliki imunitas lemah, otomatis memiliki gejala yang lebih dominan. Sehingga perlu dirawat inap untuk mengembalikan kekebalan tubuh. Bahkan ada pasien yang memerlukan mesin ventilator atau alat pembantu pernapasan.

"(Kasus) itu berat sekali (jika sudah memakai mesin ventilator) sampai perlu dirawat inap," katanya.

Untuk meningkatkan imunitas tubuh saat sedang diisolasi, jelas dia, bisa didukung dengan bantuan vitamin. Selain itu, makanan sehat dengan gizi yang seimbang dan istirahat cukup.

"Vitamin, suportif makanan, diantar dari keluarganya juga boleh, istirahat yang cukup," pungkasnya.

(fat/fat)