Sumur Peninggalan Majapahit dan Pecahan Keramik Abad 14 Ditemukan di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 19:20 WIB
sumur peninggalan masa majapahit
Penampakan sumur peninggalan masa majapahit (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Bangunan purbakala kembali ditemukan di Jombang. Kali ini berupa sumur peninggalan Majapahit. Di lokasi yang sama juga ditemukan pecahan keramik dari abad 14 masehi.

Struktur sumur kuno ini ditemukan warga di lahan milik Suhadi (38). Tepatnya di Dusun Gondang, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang. Sumur tersebut berada di tepi jalan penghubung Desa Mojokrapak dengan Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh.

Sumur kuno ini pertma kali ditemukan Mulyadi (50) pada Rabu (25/3) siang. Saat itu dia sedang bekerja menggali kubangan untuk pembuangan air limbah cucian mobil. Lahan tempat penemuan sumur ini akan digunakan Suhadi untuk jasa pencucian mobil.

"Sumur tua ini saya temukan di kedalamam satu meter dari permukaan tanah," kata Mulyadi kepada wartawan di lokasi, Kamis (26/3/2020).

Sumur kuno ini berbentuk melingkar dengan diameter sekitar 105 cm. Bagian yang nampak tersusun dari dua lapis bata merah besar. Setiap bata merah mempunyai dimensi 35 x 23 x 6 cm. Sementara bagian tengah sumur masih tertutup tanah dan air.

Selain struktur berbentuk sumur, Mulyadi juga menemukan sejumlah pecahan atau fragmen keramik dan tembikar di lokasi yang sama. "Saya tidak laporan ke mana-mana. Dibiarkan saja. Akan saya pendam lagi. Karena sudah sering ada temuan sumur sebelumnya. Tidak ada proses selanjutnya," ungkapnya.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengaku baru menerima laporan melalui video call dari juru pelihara yang datang ke lokasi penemuan sumur. Kendati begitu, pihaknya sudah bisa melakukan identifikasi awal.

Salah satunya melalui fragmen keramik dan tembikar yang ditemukan di lokasi yang sama. Menurut dia, pecahan keramik berasal dari Dinasti Ming di China yang berkuasa pada abad 14-17 masehi. Sedangkan fragmen tembikar yang pembuatannya sudah halus, diyakini dari masa Majapahit.

"Bata penyusunnya panjang 35 lebar 23 ketebalan 6 centimeter. Dari dua temuan itu (fragmen keramik, tembikar dan bata penyusun sumur) kuat indikasi sumur itu dari masa Majapahit," terangnya.

Wicaksono meyakini, sumur kuno itu tidak berdiri sendiri. Keberadaan sumur tersebut menandakan pernah berdiri permukiman masyarakat Majapahit di lahan tersebut. Terlebih lagi terdapat fragmen keramik dan tembikar yang pada masa lalu menjadi perabotan rumah tangga.

"Dengan keberadaan sumur, itu permukiman masa Majapahit," tegasnya.

Sayangnya, wabah corona membuat para arkeolog belum bisa terjun ke lokasi untuk melakukan penelitian. Untuk sementara, Wicaksono mengaku telah melaporkan temuan sumur kuno itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

"Sudah kami sampaikan ke Dinas setempat supaya ada penanganan sementara secepatnya," tandasnya.

(iwd/iwd)