Viral Pesan Suara Pasien Corona Meninggal di Bondowoso Hoaks

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 25 Mar 2020 18:00 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr M. Imron
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr M. Imron (Foto: Ghazali Dasuqi)
Bondowoso -

Sebuah pesan suara menyebar di media sosial dan grup-grup WhatsApp. Isinya, ada pasien positif Covid-19 di Bondowoso telah meninggal.

Dalam pesan suara berdurasi 1 menit 5 detik itu disebutkan, ada seorang warga Kecamatan Curahdami, Probolinggo meninggal karena mengalami gejala Covid-19 dan sudah dimakamkan.

"Memang benar di Curahdami ada orang yang meninggal. Tapi karena penyakit penyerta, yakni diabetes, hipertensi, dan TBC," jelas Kepala Dinas Kesehatan, dr M. Imron, kepada wartawan, Rabu (25/3/2020).

Imron membeberkan, pasien tersebut memang sering ke kota yang memiliki potensi terjangkit. Dia kemudian sakit dan sempat dirawat di Rumah Sakit Situbondo kurang lebih tiga hari.

Warga Curahdami yang berkeluarga di Situbondo itu lantas dirujuk ke Rumah Sakit Jember. Di rumah sakit dia sempat diperiksa darahnya di laboratorium. Rencananya, akan diambil sampel swab di tenggorokannya. Namun keburu meninggal.

"Tapi karena dia termasuk ODP, walaupun yang bersangkutan ini ada penyakit penyerta tadi dirujuk bersama dengan PDP. Karena meninggal belum sempat dilakukan swab. Maka oleh RSUD Soebandi dikirim ke sini, sudah sesuai protap," ungkapnya.

Diimbuhkan Imron, dalam rekaman itu seolah-olah orang tersebut meninggal karena positif Corona. Padahal, faktanya, sama sekali tidak benar. Dan, pihak Dinkes Provinsi Jatim juga sudah datang ke Puskesmas Curahdami.

Untuk diketahui, beberapa hari terakhir memang beredar rekaman suara seorang pria yang menyebut ada warga Curahdami yang meninggal karena Covid-19.

Dalam rekaman itu juga disebut bahwa jenazah yang sudah dibungkus plastik, kemudian dibuka lagi oleh keluarga dan warga sekitar untuk dimandikan. Bahkan kemudian disalatkan oleh tetangga dan tokoh agama setempat.

Rekaman suara yang belum diketahui identitasnya tersebut tentu saja menambah keresahan masyarakat. Mereka beranggapan bahwa di Bondowoso sudah ada yang terjangkit Covid-19 dan sudah ada yang meninggal.

Isolasi di RS Hanya Untuk Pasien Corona Berkasus Berat:

(iwd/iwd)