Corona Meluas, PN Surabaya Larang Keluarga Terdakwa Hadiri Sidang

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 13:12 WIB
Pengadilan Negeri Surabaya Larang Keluarga Terdakwa Hadiri Sidang
Pengunjung Pengadilan Negeri Surabaya diperiksa (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Pengadilan Negeri (PN) Surabaya membatasi pengunjung yang ingin hadir di persidangan. Hal itu dilakukan menekan penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Humas PN Surabaya Martin Ginting mengatakan kebijakan itu diambil sesuai dengan instruksi dari pimpinan. Sedangkan untuk waktunya mulai betlaku per hari ini sampai waktu yang belum ditentukan.

"Untuk penyelamatan masyarakat dan demi kepentingan bangsa dan negara, pimpinan pengadilan Surabaya telah mengambil langkah untuk membatasi masyarakat yang berkunjung ke pengadilan mulai hari ini hingga waktu yang belum ditentukan," kata Ginting kepada detikcom, Senin (23/3/2020).

Menurut Ginting, pengunjung yang tidak diizinkan ke pengadilan yakni keluarga dari terdakwa dan masyarakat lainnya yang ingin menyaksikan persidangan. Adapun yang diperbolehkan hadir hanya pihak yang berkaitan dengan sidang, keamanan dan jurnalis yang meliput.

"Pengunjung maupun keluarga terdakwa tidak diizinkan menghadiri persidangan. Yang boleh hadir ke pengadilan adalah para pihak yang berkaitan langsung dengan perkara, seperti wartawan dan aparat keamanan," tutur Ginting.

Tempat duduk pengunjung berjarak 1 meter/Tempat duduk pengunjung berjarak 1 meter/ Foto: Amir Baihaqi

"Pihak keluarga kita tidak izinkan hadir di PN Surabaya agar mencegah meluasnya dampak virus corona," tambah Ginting.

Ginting menambahkan selain melarang dan membatasi pengunjung, pihaknya juga akan memberlakukan pemeriksaan suhu badan dan mewajibakan cuci tangan kepada siapapun sebelum masuk area pengadilan. Tak hanya itu, pihaknya juga melarang para pengunjung yang hadir dengan bergerombol.

Setiap orang akan diperiksa suhu tubuh dan wajib cuci tangan dengan cairan sanitizer yang tersedia. Sedangkan publik pengguna jasa Pengadilan yang berkaitandg PTSP (pelayanan terpadu satu pintu) tetap dibolehkan masuk ke pengadilan dalam jumlah yang terbatas tidak boleh bergerombol," tandasnya.

Pantauan di lokasi, jumlah pengunjung ke PN Surabaya memang tampak tidak seramai seperti biasanya. Selain memeriksa suhu badan setiap pengunjung, seluruh kursi-kursi di pengadilan juga diberi tanda jarak atau social distancing agar tidak duduk saling berdekatan.

Pusat Kota Surabaya Disemprot Disinfektan Pakai Drone:

(fat/fat)