Viral Bilik Sterilisasi Anti Corona Pesanan Risma

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 17:13 WIB
bilik sterilisasi corona
Foto: Istimewa
Surabaya - Sebuah alat bilik sterilisasi untuk membersihkan tubuh seseorang dari virus corona viral di media sosial. Dalam postingan itu, disebutkan pembuat alat merupakan para dosen dari Intitute Teknologi Telkom Surabaya (ITTS).

Oleh akun instagram aslisuroboyo, foto tersebut diposting dan diviralkan. Saat ini postingan foto itu telah mendapatkan like sebanyak 56.176 dan 847 komentar

Dalam postingannya, akun tersebut juga menampilkan foto-foto bilik sterilisasi yang sedang diujicobakan. Tak hanya itu, dalam foto juga diberikan keterangan caption bertuliskan 'berawal dari sini' yang menceritakan asal muasal pembuatannya yang diminta oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Viral Bilik Sterilisasi Anti Corona Pesanan RismaFoto: Istimewa

"Jadi, terkait adanya pasien Covid-19 yang ada di Surabaya. Bu Risma minta tolong ke Pak Rektor ITTelkom buat bikin human sterilization macem bilik steril gitu," tulis keterangan dalam foto tersebut seperti dikutip detikcom, Kamis (19/3/2020).

"Terus Pak Rektor menyanggupi dan bersama 2 dosen Teknik Komputer merancang dan langsung eksekusi si alat steril itu agar siang ini bisa ditunjukkan ke Bu Risma," tambahnya.

Salah satu dosen ITTS Rizqa Amelia saat dikonfirmasi membenarkan mengenai foto tersebut. Ia menyebut bahwa alasan dibuatnya alat bilik steril itu karena adanya pasien di Surabaya yang sudah terpapar virus corona. Selain itu pihaknya ingin juga berkontribusi untuk menekan penyebaran virus yang semakin meluas.

"Iya betul. Ya kan terkait Covid-19 ya gimana caranya kami bisa berkontribusi membantu untuk menekan penyebaran virus agar nggak cepat," kata Rizqa.

Ia juga membenarkan bahwa pembuatan bilik sterilisasi itu atas permintaan dari Pemkot Surabaya. Permintaan itu kemudian disanggupi ITTS.

"Kalau pembuatannya atas kerjasama kami dan Pemkot Surabaya. Karena pemkot meminta dan kami menyanggupi bisa membuat akhirnya kami mencoba mengembangkan bagaimana alatnya ini nggak terlalu rumit dan seperti portable," tandasnya. (iwd/iwd)