Kota Malang Bakal 'Lockdown', Wali Kota Minta Warga Tak Panic Buying

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 17:41 WIB
malang lockdown
Rapat koordinasi Pemkot Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Kota Malang secara bertahap bakal di-'lockdown' mulai hari ini dan diterapkan pada lusa untuk mencegah penyebaran corona. Wali Kota Malang Sutiaji tak ingin warga panik dengan ditutupnya akses keluar-masuk Kota Malang.

Sutiaji berharap, kebijakan ini tidak berdampak pada masyarakat dengan melakukan panic buying. Sutiaji ingin warga tetap tenang dan tidak perlu cemas.

"Tentu ketika ini kita terapkan semoga tidak ada panic buying, masyarakat tidak perlu cemas. Kami akan operasi pasar, melihat dan memantau langsung," ujar Sutiaji kepada wartawan di Balai Kota Jalan Tugu, Senin (16/3/2020).

"Kami akan kumpulkan tokoh-tokoh masyarakat baik pendakwah Islam maupun non-Islam untuk supaya masyarakat tidak perlu cemas dan harapannya tidak berakibat yang lain," kata Sutiaji.

Sutiaji mengatakan pembatasan akses masuk dan keluar Kota Malang dilakukan bertahap mulai hari ini dan diterapkan pada lusa. Pada saat itu, tak boleh ada warga yang masuk atau keluar Kota Malang.

"Hari ini sudah kami putuskan darurat. Mulai hari ini orang yang berkunjung di Kota Malang masih kami kasih waktu. Untuk yang hari ini masih kami tolerir, tapi kalau besok kami harapkan dipulangkan. Tetapi lusa sudah tidak boleh ada kunjungan dari orang luar Kota Malang dulu, termasuk keluar dari Malang," kata Sutiaji.

Namun tak sampai sehari Wali Kota Malang mengubah pernyataan. Di sore hari, Wali Kota Malang menyatakan kota yang dipimpinnya tak di-lockdown. Pernyataan terbarunya agak berbeda dengan pernyataan sebelumnya.

"Ga mungkin lah kepala daerah menutup akses keluar-masuk Kota Malang. Karena itu bukan otoritas saya. Tidak ada penutupan akses, itu tidak masuk akal. Wali Kota nutup akses orang mau ke Malang," ungkap Sutiaji kepada wartawan di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Senin (16/3/2020), sore.

Ditegaskan Sutiaji, bahwa penutupan akses yang dimaksud adalah meniadakan agenda kunjungan kerja bagi tamu-tamu dari luar daerah.

Kebijakan juga berlaku terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang, untuk tidak menerima ataupun melakukan kunjungan kerja ke luar daerah sampai 14 hari ke depan. (iwd/iwd)