Gegara Corona, Polisi Pertimbangkan Penundaan Pemeriksaan Boy William

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 13:56 WIB
Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan
Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Polisi mempertimbangkan penundaan pemeriksaan Boy William sebagai saksi kasus pembobolan kartu kredit atau carding. Boy William rencananya akan diperiksa Rabu pekan ini.

Direskrimsus Polda Jatim, Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan jadwal pemeriksaan Boy William sebenarnya Rabu (18/3). Namun, polisi masih mempertimbangkan dilakukan pemeriksaan karena Boy baru pulang dari Amerika.

"Masih sesuai jadwal untuk BW (Boy William) yakni Rabu. Tapi kami masih lihat perkembangan dari yang bersangkutan karena dia baru pulang dari Amerika," kata Gidion di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (16/3/2020).

Gidion mengakui adanya pandemi virus corona atau covid-19 ini bisa mengakibatkan penundaan pemeriksaan Boy William. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

"Boy William juga pulang dari Amerika, belum 14 hari di Indonesia, jadi paling bagus kan tujuan kita mencegah bukan malah nanti menjadi persoalan akibat corona," ujar Gidion.

Selain itu, Gidion juga tengah mengkaji apakah melakukan pemeriksaan secara online atau tidak. Saat disinggung apakah penyidik yang akan ke Jakarta untuk memeriksa Boy, Gidion masih belum tahu karena Boy belum 14 hari pulang dari Jakarta.

"Boy sendiri konfirmasi datang, tapi kita menganalisa dulu dan linier dengan kebijakan pemerintah dengan meminimalisir dan antisipasi. Kita lihat kepentingannya (memeriksa Boy di Jakarta). Kalau penyidik ke sana kan bagaimana belum 14 hari," imbuhnya.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa sejumlah artis dan selebgram yang menjadi endorse akun tiketkekinian. Akun tersebut menjual promo tiket yang didapatkannya dengan cara membobol kartu kredit 500-an warga Jepang.

Sejumlah artis dan selebgram yang diperiksa seperti Karin Novilda alias Awkarin, Gisella Anastasia, Tyas Mirasih, Ruth Stefanie, hingga Sarah Gibson.

Polda Jatim juga telah meringkus empat tersangka pembobolan kartu kredit atau carding. Lewat aksinya, tersangka meraup keuntungan ratusan juta. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 32 ayat (1) juncto Pasal 48 ayat (1) UU Informasi Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP, dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara, dan denda Rp 5 Miliar.

Tonton juga Gisel dan Tyas Mirasih Akui Kenal Tersangka Carding dari Media Sosial :

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)