"Untuk terkait corona, salah satunya yang kita setop study tour sekolah. Ini untuk menjaga keamanan dan pencegahan dini anak sekolah," ujar Wali Kota Madiun Maidi saat di konfirmasi detikcom, Minggu (16/3/2020).
Selain memerintahkan kepala sekolah untuk membatalkan study tour, kata Maidi, kegiatan perkemahan pramuka juga tidak boleh ke luar kota. Kegiatan perkemahan bisa dilakukan di dalam kota yang telah disediakan hutan kota.
"Kegiatan perkemahan di dalam kota saja, semua sudah kita siapkan lahan kemah. Itu steril semua," kata Maidi.
Maidi mengungkapkan, untuk pencegahan dini virus Corona agar tidak masuk kota Madiun, Pemkot Madiun juga gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat umum dan sekolah. Dokter yang ada di setiap puskesmas akan ditugaskan untuk berkeliling ke setiap sekolah.
"Pemkot membentuk tim satgas 27 dan tim 15. Tim 27 itu akan sergap sungai dibersihkan kotoran-kotoran. Semua Puskesmas keliling ke sekolah membawa dokter, jika ada yang flu langsung ditindak pengobatan," lanjutnya.
Selain itu, dalam dampak corona ini Wali Kota Madiun mengaku batal berkunjung ke luar Negeri dalam penerimaan penghargaan. Rencana bulan ini mendapat penghargaan dari Swiss Jenewa.
"Tanggal 4 sampai 7 Maret kemarin seharusnya dapat penghargaan di Swiss Jenewa. Kota kita, Kota Madiun yang literatur literasi IT nya bagus, terbuka smart city, masyarakatnya pandai. Ditunda belum tahu kapan karena khawatir dengan virus corona," tandas Maidi.
Maidi menambahkan terkait Corona besok pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah untuk sosialisasi virus Corona dan pencegahan dini.
Video Tips Jokowi Cegah Virus Corona:
(iwd/iwd)