Oknum Polisi di Kota Malang Diduga Tipu 9 Warga hingga Rp 428 Juta

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 21:17 WIB
Sejumlah warga di Kota Malang mengadukan oknum polisi berinisial LK dalam kasus penipuan. Aksi kejahatan itu berkedok peminjaman uang dengan jaminan mobil.
Para korban penipuan mengadu di Mapolresta Malang Kota/Foto: Muhammad Aminudin
Malang -

Sejumlah warga di Kota Malang mengadukan oknum polisi berinisial LK dalam kasus penipuan. Aksi kejahatan itu berkedok peminjaman uang dengan jaminan mobil.

Warga yang menjadi korban mengadu ke Polresta Malang Kota. LK disebut merupakan anggota Polresta Malang Kota berpangkat Brigadir Satu (Briptu). Pengaduan terpaksa dilayangkan karena para korban tak menemukan keberadaan pelaku.

"Kami datang untuk mengadukan kasus penipuan yang dilakukan oleh LK, anggota di sini (Polresta Malang Kota). Atas perkara penipuan penjaminan mobil yang ternyata bukan milik LK," ujar Priyo Laksono (33), salah seorang korban saat ditemui awak media di mapolresta, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Selasa (10/3/2020).

Warga Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini menuturkan, perkara berawal ketika LK membutuhkan uang sebesar Rp 400 juta dengan jaminan 12 unit mobil.


Sebagai orang yang sudah mengenal dan mempercayai LK, Priyo akhirnya membantu untuk mencarikan orang yang mau meminjamkan uang dengan jaminan mobil yang dibawa LK. Namun pada Oktober 2019, diketahui mobil yang dijaminkan itu merupakan mobil milik rental yang diduga telah digelapkan pelaku.

"Saya kemudian mencari orang yang mau membeli mobil-mobil yang dibawa oleh LK. Ada 12 unit dengan berbagai merek. Sembilan orang yang datang mengadu ini adalah korban tipu daya LK, setelah memberikan uang kepada LK dengan jaminan mobil-mobil yang ditawarkan," jelas Priyo.

Dia menambahkan, untuk jenis Toyota Avanza dijaminkan atau dipegangkan kepada para korban dengan pinjaman uang sebesar Rp 30 juta, Xenia Rp 35 juta, Innova Reborn Rp 45 juta, Toyota Yaris Rp 40 juta, Ertiga Rp 27 juta, Calya Rp 22 juta dan Mobilio Rp 27 juta.

"Kira-kira bulan Juni 2019 pinjamnya. Kemudian mobil itu dikasihkan bertahap, tidak langsung. Pernah saya tanya katanya semua mobilnya. Waktu menyerahkan mobil pertama itu sempat nebus dan nunjukan BPKB. Dari situ saya yakin kalau itu miliknya, dan nggak curiga lagi, saya pikir dia juga orang kaya," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2