Dituduh Punya Ilmu Santet, Pasutri di Banyuwangi Minta Disumpah Pocong

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 16:37 WIB
sumpah pocong di banyuwangi
Sumpah pocong yang dilakukan pasutri asal Banyuwangi (Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Lantaran dituduh memiliki ilmu santet atau sihir, pasutri di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, meminta dilakukan sumpah pocong. H Sahir dan Hj Suhema melakukan sumpah mati itu di depan ulama setempat dengan disaksikan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Sumpah pocong itu digelar di Masjid Babul Muttaqin, Sidowangi, Selasa (10/3/2020). Secara bergantian, pasangan suami-istri itu dibungkus kain kafan warna putih layaknya jenazah orang yang meninggal dunia. Kemudian mereka melafalkan kalimat sumpah yang disaksikan oleh puluhan warga sekitar.

Kades Sidowangi Muansin menjelaskan sumpah pocong itu dilakukan untuk membersihkan nama baik keduanya atas tuduhan warga. Warga sebelumnya menduga keduanya memiliki ilmu santet atau sihir.

"Ritual ini atas permintaan warga yang menuduh mereka memiliki ilmu santet," jelas Muansin.

Muansin mengatakan awalnya pasutri itu dituduh memiliki ilmu santet. Kasus ini pun akhirnya diselesaikan oleh perangkat desa setempat. Tak ingin memperpanjang permasalahan, pihak pemerintah desa memediasi kedua belah pihak.

"Keduanya (tertuduh dan menuduh) sudah saling memaafkan di kantor desa. Cuma yang dituduh ini meminta satu hal untuk disumpah pocong," kata Muansin.

Kapolsek Wongsorejo AKP Kusmin menyampaikan fenomena ini merupakan alternatif untuk menyelesaikan masalah. Menurutnya, di Kecamatan Wongsorejo sendiri sudah beberapa kali isu permasalahan terkait ilmu santet. Namun mereka tidak bisa membuktikan siapa warga memiliki ilmu santet dan sihir.

"Rata-rata di sini (Kecamatan Wongsorejo) mereka yang tertuduh meminta sumpah pocong sendiri. Tertuduh hanya meyakinkan kepada masyarakat bahwa tertuduh tidak memiliki ilmu-ilmu yang dituduhkan," kata Kusmin.

Semua masalah ini, kata Kusmin, sebelumnya sudah dimediasi di tingkat desa. Namun kedua pasutri ini lebih meyakinkan kepada masyarakat melalui sumpah pocong.

"Sudah dua kali dimediasi di kantor desa," pungkasnya.

(iwd/iwd)