Ini Perkiraan Bentuk Utuh Candi Keboireng yang Saat Ini Tinggal Reruntuhan

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 10:20 WIB
candi keboireng
Candi Ijo yang bentuknya identik dengan Candi Keboireng (Foto: Istimewa)
Pasuruan -

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kembali melakukan ekskavasi dan penelitian Candi Keboireng setelah lama dihentikan. Penelitian dilakukan lagi setelah ditemukan arca kepala Kala dan dua perwara.

BPCB bahkan sudah membuat perkiraan bentuk utuh dari candi pendharmaan yang ditemukan sejak 1983 itu. Perkiraan bentuk utuh candi diterjemahkan dalam bentuk foto.

Dalam foto yang dilihat detikcom, perkiraan bentuk utuh kompleks candi terdiri dari satu candi induk berdimensi 6,5 meter X 6,5 meter. Bentuk candi induk seperti menara yang mengerucut di bagian atas.

Di bagian depan candi induk terdapat dua perwara, yakni candi kecil pelengkap candi utama. Kompleks candi berada dalam pagar.

"Itu perkiraan bentuk Candi Keboireng berdasarkan data dan temuan kita," kata Wicaksono Dwi Nugroho, arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, di lokasi, Senin (9/3/2020).

Wicaksono mengatakan perkiraan model tersebut hanya sementara dan bisa berubah seiring hasil ekskavasi masih dilakukan.

"Kami merencanakan total ekskavasi Candi Keboireng. Kami kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Budaya setempat," terang Wicaksono.

Tim arkeolog BPCB Jatim melakukan ekskavasi dan penelitian setelah temuan arca kepala Kala ditemukan di kompleks Candi Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (29/2).

Selain kepala Kala, tim juga menemukan dua perwara, candi kecil pelengkap kompleks percandian Keboireng di sebelah barat atau bagian depan. Dua perwara yang ditemukan berupa reruntuhan.

Kepala Kala yang ditemukan sepanjang 84 sentimeter dengan tinggi 55 sentimeter. Sedangkan dua perwara masing-masing berukuran 2,78 meter.

Candi Keboireng merupakan candi pendharmaan yang diduga kuat peninggalan Majapahit. Candi ini sudah mengalami keruntuhan. Sebagian besar reruntuhan batu bangunan dan benda-benda yang ditemukan disimpan di Museum Trowulan.

(iwd/iwd)