Polisi Temukan 2,5 Ton Ikan Asin Berformalin di Pasuruan, 2 Orang Diamankan

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 13:37 WIB
ikan bilis berformalin
Dua tersangka diamankan di kasus ikan bilis berformalin (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Keinginan mendapatkan keuntungan berlipat membuat Ayub Robit (51) warga Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan dan Suwanto (50) warga Ronggomulyo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, gelap mata. Mereka nekat mencampur ikan bilis yang akan dijual dengan formalin.

Kasus penjualan jenis ikan asin berformalin ini terbongkar berkat laporan masyakarat yang mengatakan bahwa marak beredar ikan asin berformalin. Sat Reskrim membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan mengamankan truk yang mengangkut 2,5 ton ikan bilis berformalin.

Ikan berformalin itu sudah dipak dalam kardus berbobot masing-masing 25 kilogram. "Ada 101 dus yang kami amankan. Ini siap diedarkan," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander di mapolres, Kamis (5/3/2020).

Ikan bilis berformalinIkan bilis berformalin (Foto: Muhajir Arifin)

Dony mengatakan truk pengangkut ikan berformalin tersebut diamankan di Jalan Rowogempol, Kecamatan Lekok, 25 Februari. Setelah diamankan, truk, sopir dan pemilik ikan, Ayub Robit, diamankan di mapolres.

"Ikan-ikan ini kemudian kami uji di depan pemiliknya, dan terbukti mengandung formalin," terang Dony.

Dalam pengembangannya, Ayub mengaku membeli formalin dari Suwandi. Polisi kemudian mengamankan Suwandi. Ayub dan Suwandi ditetapkan sebagai tersangka dan jerat pasal berbeda.

Ayub dijerat pasal 136 huruf b atau pasal 140 UURI/18/2012 tantang pangan dan pasal 62 jo pasal 8 (1) b UURI/8/1999 tentang perlindungan konsumen. Sedangkan Suwandi dijerat pasal 136 b atau pasal 140 UURI/18/2012 tentang pangan jo pasal 56 KUHP atau pasal 62 jo pasal 8 (1) a UURI/8/1999 tentang perlindungan konsumen.

Ayub sendiri mengakui telah mencampur ikan yang akan dijual dengan formalin. Diakuinya, hal itu dilakukan agar ikan awet dan tetap kering.

"Bandingannya dua ton ikan pakai setengah kilogram formalin," terang Ayub.

(iwd/iwd)