Selain Empon-empon Corona, Daun Sambiloto Juga Mampu Tingkatkan Imun

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 17:48 WIB
Ketua Departemen Farmakognisi dan Fitokimia, Dr. Aty Widyawaruyanti, M.Si., Apt
Apoteker Kampus C Unair (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Setelah empon-empon viral karena bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal virus corona, tanaman sambiloto juga dipercaya mampu meningkatkan imun. Daun sambiloto di Indonesia lebih dikenal lewat jamu gendong atau campuran dari jamu brotowali.

Melalui perkembangan penelitian terhadap sambiloto, daun ini juga dapat mengatasi flu berat, radang tenggorokan dengan meminum rebusan sambiloto sebanyak sehari dua kali.

"Pada sambiloto memang bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan infeksi. Banyak manfaat, untuk infeksi bakteri, virus, dari hasil penelitian ada. Termasuk infeksi parasit malaria," kata Ketua Departemen Farmakognisi dan Fitokimia, Dr Aty Widyawaruyanti, MSi Apt di Kampus C Unair, Rabu (4/3/2020).

Aty menjelaskan, kaitannya daun sambiloto dengan infeksi virus corona yakni salah satu alternatif meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi tanaman herbal.

Selama ini daun sambiloto dipercaya untuk mengobati penyakit malaria. Ada pula publikasi ilmiah sambiloto juga berhasiat untuk virus, salah satunya influensa.

"Dengan hasil-hasil riset terdahulu, daun sambiloto bisa sebagai antivirus. Kita berharap bisa diujikan sebagai bahan obat antivirus termasuk virus corona," harapnya.

Untuk pembuatannya terdapat dua cara, yakni basah dan kering. Jika basah cukup merebus 15 gram daun beserta tangkai dan bunga (jika ada) dengan 100 ml air mineral. Sementara untuk kering hanya merebus 6 gram daun yang sudah dikeringkan dan direbus dengan 100 ml air hingga mendidih.

Minuman herbal ini bisa dikonsumsi setiap hari, namun tidak untuk jangka panjang, terlebih pada laki-laki. Sebab, jika mengacu pada penelitian dapat menghambat pembentukan sperma, namun bisa kembali normal ketika konsumsi dihentikan.

"Sambiloto biasanya diminum saat sakit, tapi tidak setiap hari dengan jangka waktu panjang. Sambiloto kalau terlalu banyak digunakan bisa menyebabkan rasa mual, kalau rebusan. Ngaruh juga di lambung. Kalau dikonsumsi dalam jangka panjang," jelasnya.

"Paling tidak dikonsumsi dua hari sekali. Kalau sakit harus tiap hari. Kalau flu berat bisa dua kali sehari," tambahnya.

Perlu diketahui, daun sambiloto memiliki bahan aktif, yaitu andrografolida (kandungan kimia utama) yang di dapat setelah ada proses pelarutan dalam air panas.

Kadinkes Depok Surati Pemprov Terkait Pengadaan Hand Sanitizer:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)