Warga Pro Investasi Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Pemkab Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 21:38 WIB
warga pro investasi aksi damai
Warga pro investasi aksi damai (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Ratusan masyarakat Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati. Dengan pengawalan aparat Polresta Banyuwangi, mereka menyampaikan dukungan atas investasi di Banyuwangi.

Dengan mengenakan kaos bertuliskan 'Wong Pancer', massa mengawali aksi dengan menggelar long march dari kantor DPRD Banyuwangi menuju Kantor Bupati. Dilanjutkan orasi tentang berbagai fenomena sosial yang terjadi diwilayah Pancer, yang merupakan tempat operasi tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI).

"Dukung investasi untuk kesejahteraan masyarakat," teriak orator, Rabu (26/2/2020).

Sekitar setengah jam menyampaikan aspirasi di depan umum, demonstran ditemui perwakilan Pemkab Banyuwangi.

Prasetyo, salah satu pendemo menyampaikan, bahwa dia bersama mayoritas warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, mendukung keberadaan tambang emas PT BSI. Terlebih anak perusahan PT Merdeka Copper Gold, Tbk tersebut memiliki perizinan resmi dari pemerintah.

"Sebagai masyarakat yang hidup di negara hukum, kita harus taat hukum," katanya.

Pihaknya juga menjelaskan tentang kondisi sebenarnya di masyarakat. Sebagai upaya menepis berbagai kabar hoaks disekitar lokasi tambang yang sengaja dihembuskan oleh pihak tak bertanggung jawab.

"Dan kami warga Pancer, mengetahui betul bahwasanya banyak pihak luar yang berusaha menunggangi, atau sengaja membuat kegaduhan di masyarakat Pancer," ungkap Pras, sapaan akrab Prasetyo.

Gayung bersambut, buah uneg-uneg, oleh perwakilan Pemkab Banyuwangi, warga diminta membuat pengaduan resmi tertulis kepada Bupati Abdullah Azwar Anas yang kemudian akan dijadikan dasar kebijakan.

Puas berorasi, rombongan masyarakat Pancer meninggalkan lokasi dengan tertib. Selanjutnya berangkat ke Surabaya untuk menggelar demo pro investasi di depan kantor Gubernur Jawa Timur.

(iwd/iwd)