Ini Motif Sepele Kakak Beradik Bunuh Bocah SD di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 12:09 WIB
pembunuhan di mojokerto
Trisno dibawa saat dihadirkan dalam rilis (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Kakak beradik Trisno Sutejo (19) dan IS (17) ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Ardio Wilian Oktaviano alias Dio (13), warga Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Mojokerto. Dua bersaudara asal Dusun Sangkan, Desa Ketemasdungus itu tega menghabisi korban karena dendam.

"Motifnya dendam karena adik pelaku atas nama SS pernah dipukul korban di sekolah pada 26 Januari 2020," kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto saat jumpa pers di kantornya, Jalan Bhayangkara, Rabu (26/2/2020).

Bogiek menjelaskan, Dio merupakan teman satu sekolah SS di SDN Ketemasdungus, Kecamatan Puri. Korban duduk di bangku kelas IV SD tersebut.

Kedua tersangka maupun korban tinggal satu kampung, yaitu di Desa Ketemasdungus. Hanya saja korban di Dusun Ketemas, sedangkan tersangka di Dusun Sangkan. Kendati begitu, mereka sudah saling mengenal.

"Sejauh ini tersangka melakukannya tanpa pengaruh miras. Murni dendam," terang Bogiek.

Sementara terkait pemukulan Dio terhadap adik kedua tersangka, menurut Bogiek, dipicu gesekan antar anak sekolah. Bogiek menyebut korban juga sempat melakukan perundungan terhadap SS.

"Korban dengan SS satu sekolahan, mungkin ada gesekan akhirnya dipukul. Informasinya juga ada bully sehingga kakaknya tidak terima," tandasnya.

Untuk melampiaskan dendamnya terhadap Dio, Trisno dan IS membunuh korban pada Rabu (29/1) sekitar pukul 23.10 WIB. Kakak adik itu membawa korban ke Jembatan Gumul, petak 31 hutan Desa/Kecamatan Kemlagi, Mojokerto.

Trisno yang kini duduk di bangku kelas XI SMA mencekik leher korban dan membenturkan kepalanya ke pembatas jembatan. Selanjutnya dibantu adik kandungnya, IS, dia membuang mayat Dio ke sungai tepat di bawah Jembatan Gumul.

Mayat Dio baru ditemukan pengguna jalan keesokan harinya, Kamis (30/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban tengkurap di dasar sungai yang sedang dangkal. Separuh kepala siswa kelas IV SDN Ketemasdungus ini menancap di lumpur.

Tubuh bocah yang usianya belum genap 13 tahun itu ditemukan sekitar 5 meter di bawah jembatan Desa/Kecamatan Kemlagi. Jembatan ini berada di jalan tengah hutan yang menghubungkan Mojokerto dengan Lamongan. Saat ditemukan, korban masih memakai baju koko warna gelap dan celana pendek motif polkadot warna abu-abu gelap

Tonton juga video Diduga Depresi Terimpit Ekonomi, Siti Nekat Gantung Diri:

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)