Round-Up

Rusuh dan Ricuh Suporter Persebaya-Arema di Kota Blitar

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 08:37 WIB
persebaya vs arema
Motor yang dibakar massa suporter (Foto: Istimewa)
Blitar -

Semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 mempertemukan Persebaya vs Arema FC. Laga disepakati digelar di tempat netral tanpa penonton. Stadion Soepriadi di Blitar menjadi venue.

Tempat netral dan tanpa penonton disepakati berdasarkan faktor keamanan mengingat rivalitas kedua tim dengan suporter yang fanatik. Niat baik tersebut ternyata tak berbanding lurus dengan kenyataan.

Laga di dalam stadion memang berjalan lancar dengan kemenangan Persebaya. Namun di luar stadion, massa kedua suporter tak terkendali. Ricuh dan rusuh.

Tiba di Stasiun Blitar pukul 09.00 WIB, massa bonek segera menuju ke Stadion Soepriadi di Jalan Kelud. Massa bonek datang ke stadion karena mendengar isu bahwa Aremania mendapat 4.000 tiket pertandingan. Melihat banyaknya massa, polisi mengubah kebijakan. Massa suporter yang awalnya boleh berada di ring 1 atau di luar stadion, harus bergeser ke ring 2 yang jaraknya harus lebih jauh dari stadion.

Polisi melepaskan tembakan gas air mataPolisi melepaskan tembakan gas air mata (Foto: Erliana Riady)

Polisi pun menggeser massa bonek ke Sumber Udel atau sekitar 500 meter sisi barat stadion. Sementara massa Aremania dilokalisir di PPIP atau tempat parkir untuk makam Soekarno di utara stadion yang berjarak 500 meter.

Sekitar pukul 14.00 WIB, ricuh bermula. "Ada insiden kecil," ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Leo menceritakan awal mula kericuhan. Leo mengatakan sekitar pukul 14.00 WIB, massa bonek bertemu dengan massa Aremania di Jalan Kapuas. Keributan tak terhindarkan karena dipicu seorang bonek dipukul warga sekitar yang mengaku Arema. Emosi bonek langsung meluap dengan membakar ban di tengah jalan dan merembet pada pembakaran sejumlah sepeda motor.

Selanjutnya
Halaman
1 2