Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba di Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 00:35 WIB
Polisi menembak mati seorang bandar narkoba di Surabaya. Dari tangan sang bandar, polisi menyita satu kg sabu dan 1.000 butir ekstasi.
Barang bukti sabu yang disita Polrestabes Surabaya/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Polisi menembak mati seorang bandar narkoba di Surabaya. Dari tangan sang bandar, polisi menyita satu kg sabu dan 1.000 butir ekstasi.

Pelaku diketahui bernama Mufta Ali Al Faris (37) warga Desa Kedung, Pasuruan. Pelaku dilakukan penangkapan sekitar pukul 20.30 WIB di Surabaya Utara. Namun karena saat ditangkap melawan, polisi akhirnya melakukan tindakan tegas terukur.


Tertangkapnya pelaku merupakan hasil pengembangan dari penangkapan seorang kurir yang bernama Aconk asal Bangkalan. Dari tangan sang kurir polisi menyita 25 kg sabu dan 10 ribu butir ekstasi.

"AL ini adalah yang menyuruh yang kita gelandang (sebelumnya). Jadi barang masuk, masuknya dari rutan atau lapas, lha itu nanti kita kembangkan lagi. Kemudian kita laporkan ke Kapolrestabes (Surabaya)," ujar Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian, di kamar jenazah RSU dr Soetomo, Jumat (14/2/2020) malam.


Memo menambahkan, pihaknya ingin mengungkap kasus ini karena sesuai dengan Perkap Tahun 2009. "Kemudian dia membahayakan petugas, ya terpaksa kita lumpuhkan. Namun kami berusaha memberikan pertolongan, akhirnya nyawanya tidak tertolong," imbuh Memo.

Ia menjelaskan, dari penangkapan awal hingga malam ini, Polisi menyita 26 kg sabu dan 12 ribu butir pil ekstasi. "Untuk sementara jaringan Malaysia menuju ke Bangkalan. Dan sebenarnya itu adalah pesanan dari Sokobanah. Untuk data lebih detailnya akan disampaikan saat dirilis oleh Kapolrestabes Surabaya," pungkas Memo.

(sun/bdh)