Warga Demo DPRD dan Pemkot Mojokerto soal 8 Proyek Drainase Tak Tuntas

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 31 Jan 2020 13:42 WIB
Puluhan warga demo di depan kantor DPRD dan Pemkot Mojokerto. Massa protes soal 8 proyek drainase dan saluran air yang tidak tuntas.
Puluhan warga Mojokerto saat berdemo/Foto: Enggran Eko Budianto

"Saya pribadi (hak interpelasi) tidak terlalu urgent. Yang penting masyarakat tidak terdampak, selesai," tegasnya.

Sunarto menambahkan, sejauh ini pihaknya belum mencium indikasi pengondisian dalam proses lelang 8 proyek saluran air dan drainase yang tidak tuntas. "Saya mempelajari hasil RDP (Rapat Dengar Pendapat/hearing) tidak ada. Lelang kan di LPSE, kan sesuai prosedur. Maka saya sarankan kalau massa yang demo masih curiga, silakan persoalan ini dibawa ke aparat penegak hukum. Kejaksaan dan kepolisian berhak melakukan penyelidikan. Kalau kami kan tidak bisa," lanjutnya.

Delapan proyek pembangunan saluran air dan drainase tahun 2019 senilai Rp 5.553.833.000 di Kota Mojokerto. Dari jumlah itu, 4 proyek di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto. Nilai total keempat proyek yang didanai APBD tahun anggaran 2019 itu mencapai Rp 1.511.539.000.

Salah satunya proyek normalisasi saluran air dan trotoar di Jalan Niaga, Kelurahan Sentanan senilai Rp 267.539.000. Proyek ini dikerjakan CV Andan Sari dari Sidoarjo sebagai pemenang lelang.


Sedangkan 3 proyek lainnya dimenangkan CV Araya dari Sidoarjo. Yaitu pembuatan saluran air tengah (U Ditch) di Kalimati IV dan Kalimati III, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan senilai Rp 434.135.000, pembuatan saluran U Ditch baru di Lingkungan Banjaranyar dan Karanglo, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari senilai Rp 391.965.000, serta pembuatan saluran air baru di Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan senilai Rp 417.900.000.

Sementara itu, 4 proyek perbaikan atau pembangunan drainase dan selokan lingkungan di bawah tanggung jawab 4 kelurahan berbeda. Pelaksanaan pembangunan saluran air juga diserahkan kepada pihak rekanan atau pihak ketiga dengan dana total Rp 4.042.294.000.

Yaitu di Kelurahan Gunung Gedangan oleh CV Duta Perkasa senilai Rp 1.907.981.000, di Kelurahan Magersari oleh CV Manahadap senilai Rp 416.945.000, di Kelurahan Mentikan oleh CV Andan Sari senilai Rp 907.766.000, serta di Kelurahan Prajurit Kulon oleh CV Manahadap senilai Rp 809.602.000.

Halaman

(sun/bdh)