Air Selokan di Perumahan Gresik Ini Tiba-tiba Berwarna Oranye, Ada Apa?

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 19:28 WIB
air selokan oranye
Air selokan yang berwarna oranye (Foto: dok. Istimewa)
Gresik -

Air selokan di Jalan Bali, Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), tiba-tiba berubah warna menjadi oranye. Perubahan warna air selokan yang mendadak itu membuat warga menjadi heboh dan bertanya-tanya.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Panji P Wijaya membenarkan peristiwa tersebut. Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan investigasi.

"Benar, tadi sore kami mendapatkan informasi bersama Dinas Lingkungan Hidup, langsung mengecek ke lokasi," kata Panji saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (30/1/2020)

Air SelokanFoto: Istimewa

Setelah melakukan pengecekan lokasi, Panji mengatakan peristiwa tersebut terjadi akibat adanya pewarna pupuk yang tumpah ke saluran air. Pewarna pupuk itu milik PT Petrokopindo Citra Selaras.

Saat itu ada empat drum pewarna pupuk di gudang. Sebuah forklift kemudian mengangkat empat drum tersebut. Namun, saat diangkat, ada 4 drum tersebut tumpah. Tumpahan itu masuk ke saluran air yang mengalir ke selokan di Jalan Bali, Perumahan GKB.

"Pewarna pupuk, tadinya ditampung di dalam tong-tong gitu, ada penahannya dari palet kayu, terus rusak, kemudian tumpah mengalir ke selokan," kata Panji.

Panji menambahkan, meski hingga saat ini belum ada laporan resmi, polisi tetap menindaklanjuti peristiwa tersebut.

"Laporan resmi belum, tetap akan kami tindak lanjuti," tandas Panji.

Sementara itu, Kepala Gudang PT Petrokopindo Citra Selaras, Miseri, mengatakan warna oranye tersebut memang berasal dari pewarna pupuk. Tetapi bukan pigmennya.

"Itu pewarna untuk pewarna pupuk, itu bukan pigmennya langsung, itu sisa-sisa endapan kena air hujan. Jadi bukan pewarnanya langsung," ujar Miseri

Saat ini, kata Miseri, pihaknya masih melakukan upaya pembersihan tumpahan dari sisa pewarna pupuk yang tumpah ke sungai. Pihaknya melakukan penyedotan dengan menggunakan mobil tangki tinja dan membendung selokan agar tidak mengalir lebih jauh.

"Kami sedot pakai tangki tinja. Nanti kami buang ke lokasi yang lebih aman. Kami bersihkan, istilahnya kami bertanggung jawab. Kami di lokasi masih menyedot," lanjut Miseri.

Agar sisa-sisa pewarna tidak mengalir jauh, saat ini pihak perusahaan melakukan penyekatan.

"Kami bendung, kami dam," tandas Miseri.

(iwd/iwd)