Warga Lihat Binatang Diduga Pemangsa Kambing di Pacitan, Seperti Apa?

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 18:59 WIB
Tukiyat, warga yang melihat kawanan seperti anjing yang diduga pemangsa kambing (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan -

Dugaan binatang buas menjadi penyebab matinya puluhan kambing di Pacitan kian menguat. Seorang warga Desa Kalipelus mengaku melihat kawanan binatang mirip anjing hutan di sekitar kandang.

Sayangnya, makhluk berperawakan kecil dengan bulu coklat muda dan ekor putih tersebut spontan kabur begitu melihat kedatangan manusia. Warga bernama Tukiyat (60) itu pun tak sempat melihat detail binatang berkaki empat itu.

"Saya buru-buru menengok kandang. Saya kaget sekali ternyata kambing saya sebanyak tiga ekor sudah mati," tuturnya berbincang dengan detikcom, Jumat (24/1/2020).

Saat itu, lanjut Tukiyat, dirinya tak sengaja melihat makhluk yang diperkirakan berjumlah tujuh ekor. Sebab, tujuan utamanya adalah ke laut untuk mancing. Niatnya melihat isi kandang mendadak muncul begitu mendapati kawanan anjing di sekitarnya.

"Masih pagi sekali. Baru sekitar jam 5.30 WIB. Niat saya semula mau mancing ke Pantai Srengit," papar dia terkait peristiwa yang sudah berlangsung sekitar tiga pekan lalu.

Kejadian itu sekaligus menjadi kasus pertama kambing mati misterius di Desa Kalipelus. Sebelumnya, kejadian serupa melanda dua desa tetangga. Yakni Katipugal dan Klesem. Hingga saat ini jumlah kambing mati diduga akibat serangan binatang liar mencapai 54 ekor.

Sebelumnya, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur memastikan kematian kambing-kambing dimaksud bukan karena penyakit. Hal ini setelah tim melakukan pemeriksaan klinis terhadap bangkai kambing milik warga. Tim juga mengambil sampel untuk diuji di laboratorium.

"Kalau dilihat dari luka itu memang matinya bukan karena penyakit hewan. Kam ingin pastikan bahwa tidak ditemukan penyakit yang bisa menular ke hewan lain atau manusia," ucap Sugiono, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Disnak Jatim di Tuban saat peninjauan.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait penyebab kematian ternak. Terlebih sampai menghubungkan fenomena tersebut dengan hal-hal mistis.

Sesuai hasil kunjungan ke lokasi bersama tim Satpol PP dan TNI/Polri, lanjut Didik, pihaknya membandingkan fakta dari dua tempat berbeda. Beberapa kandang yang aman dari serangan terbukti memiliki sistem perlindungan yang cukup baik. Ini karena pemilik memasang jaring mengelilingi kandang. Dengan begitu, binatang liar kesulitan menjangkau ternak.

"Berita terkait dengan adanya serangan binatang buas itu simpang siur bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. Ada yang non teknis, ada yang teknis. Untuk itu kami memastikan bahwa kejadian tersebut adalah kondisi teknis. Artinya serangan oleh binatang buas," tandasnya.

(fat/iwd)