Gubernur Jatim Cek Alat Suhu Tubuh Antisipasi Virus Corona di Juanda

Suparno - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 16:23 WIB
Gubernur Khofifah pantau lat Body Thermal Scanner di Bandara Juanda (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo -

Ramai virus corona dari China, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan petugas di Bandara Internasional Juanda. Selain itu Khofifah juga meninjau alat pendeteksi suhu tubuh Body Thermal Scaner (BTS) mengantisipasi masuknya virus corona ke Jawa Timur.

Hasilnya, BTS yang dipasang di Terminal 2 Kedatangan Bandara Juanda berfungsi optimal. Ini dilakukan bentuk kesiapsiagaan serta kewaspadaan agar masyarakat Jawa Timur tidak khawatir dan tidak terjangkit virus baru tersebut.

Berdasarkan data dari Kemenkes RI, Virus Corona diduga penularannya dilakukan dari hewan ke manusia dikarenakan kasus yang muncul di Wuhan, Tiongkok China. Semua yang terjangkiti memiliki riwayat kontak dengan hewan.

Khofifah sapaan akrab dari gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menjelaskan 5 Januari 2020 lalu, Menkes mengirim surat edaran kepada Kepala Dinas Kesehatan yang berisikan antisipasi dan kewaspadaan secara lebih seksama.

Dia juga meminta seluruh penerbangan internasional dari China untuk mengisi kartu kewaspadaan kesehatan. Harapannya, jika masing-masing penumpang mengisi kartu kewaspadaan kesehatan tersebut bisa terdeteksi secara awal dari gejala yang dimiliki penumpang.

"Hari ini kita bisa lihat alat deteksi suhu tubuh bekerja. Bagi penumpang yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celcius akan diperiksa oleh tim kesehatan dari bandara. Mudah-mudahan ini bisa memberikan perlindungan masyarakat dengan baik sehingga saat mereka berada di Provinsi Jawa Timur merasa aman dari virus corona," kata Khofifah usai cek alat Body Thermal Scanner di Bandara Juanda, Jumat (24/1/2020).

Khofifah memastikan, bahwa Pemprov Jatim akan memproteksi warganya dengan mensiapsiagakan ruang isolasi yang telah disiagakan di RSU dr Soetomo, RSU Soedono Madiun dan RSU Saiful Anwar Malang.

"Jadi siapapun yang ada di Jatim kita ingin memberikan proteksi dengan baik. Seluruh tim dari ketiga rumah sakit Pemprov Jatim yakni RSU dr Soetomo, RSU Saiful Anwar dan RSU Soedono dalam keadaan yang sudah terkoordinasikan. Saya juga minta Dinas Kesehatan untuk terus memonitor," tambah Khofifah.

Sementara Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya M. Budi Hidayat menjelaskan alat BTS merupakan alat pendeteksi tubuh yang diperuntukkan bagi penumpang kedatangan internasional di Bandara dan Pelabuhan.

"Alat ini mampu mendeteksi setiap penumpang dalam radius sampai 10 meter. Alat ini disetting jika suhu tubuh berada di atas 38 derajat celcius alarm akan berbunyi sebagai pertanda bahwa penumpang tersebut perlu diidentifikasi di ruang isolasi bandara untuk selanjutnya dirujuk ke tiga rumah sakit Pemprov Jatim yang telah ditunjuk," kata Budi.

Ia melanjutkan, peningkatan suhu tubuh dari penumpang adalah tanda utama dari gejala penyakit atau infeksi, salah satu diantaranya virus corona.

"Kalau sudah terdeteksi diperiksa oleh dokter apakah penyakit berkaitan dengan virus atau tidak. Jika terdeteksi akan dilakukan di ruang perawatan dan isolasi di RSU dr Soetomo, RSU Dr Syaiful Anwar dan RSU Dr Soedono," tandasnya.

Simak Video "IDI Sebut Tingkat Kematian Akibat Virus Corona Rendah"

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)