100 Hari Kerja Jokowi-Ma'ruf, Wapres Unggulkan Stabilitas Politik

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 19:20 WIB
Wapres Ma'ruf Amin di Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang -

Presiden Joko Widodo menolak berbicara soal 100 hari kerja pemerintahan keduanya, namun tidak dengan Wapres Ma'ruf Amin. Mantan Ketua MUI ini mengunggulkan stabilitas politik dalam negeri di awal pemerintahannya bersama Jokowi.

Pernyataan itu disampaikan wapres usai membuka Santri Digital Fest dan Rakernas Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. Selama 100 hari kerjanya bersama Jokowi, katanya, stabilitas politik dalam negeri telah tercipta.

"Saya melihat politik sangat kondusif karena biasanya politik tidak kondusif ketika elitnya terjadi konflik. Sekarang elitnya sudah tidak ada. Semuanya sudah bergabung," kata Ma'ruf Amin kepada wartawan di gedung serba guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jalan KH Wahab Hasbullah, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Kamis (23/1/2020).


Ia menjelaskan, saat ini pemerintah dan para elit tinggal menumbuhkan kondusivitas politik pada lapisan bawah. "Nah, di bawah ini tinggal sosialisasi. Pemantapan supaya semua elit politik membawa kerukunan mereka itu sampai ke tingkat akar rumput," terangnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyinggung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Selain terus tumbuh, ekonomi syariah kini juga menarik kalangan e-commerce ikut berkecimpung di dalamnya.


"Saya melihat prospeknya bagus sekali. Bukan hanya keuangan, tapi juga industri halalnya. Produk-produk yang dihasilkan dan juga jenis usahanya," paparnya.

"Kalangan e-commerce sendiri sudah masuk ke kalangan ekonomi syariah. Kemudian juga di industri syariah ini bukan hanya di industri masyarakat. Tapi juga industri di kawasan ekonomi khusus juga pusat halal akan tumbuh ke depannya," pungkasnya.

Tonton juga video Jokowi Geber Omnibus Law Selesai Sebelum 100 Hari Kerja:

[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)