Begini Langkah Dinas Kesehatan Jatim Cegah Virus Corona dari China

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 14:51 WIB
Foto: Fuad H
Surabaya -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur melakukan berbagai upaya mencegah masuknya Virus Corona ke wilayahnya. Salah satunya dengan memasang alat mendeteksi suhu tubuh.

Kadinkes Jatim Herlin Ferliana menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan kantor Kesehatan Pelabuhan. Nantinya, semua orang yang masuk dari jalur apapun akan diperketat.

"Kami sudah koordinasi dengan kantor kesehatan pelabuhan. Menyangkut orang-orang yang masuk baik dari udara atau lewat perairan atau darat. Semua yang masuk kita perketat. Kita kerjasama dengan kantor kesehatan pelabuhan kita sudah memasang monitor suhu tubuh. Karena tandanya panas badan," papar Herlin di Surabaya, (Kamis 23/1/2020).

Herlin menyebut tanda seseorang terpapar Virus Corona melalui suhu panas pada tubuhnya. Nantinya, jika ada masyarakat yang masuk dari China dengan suhu panas, pihaknya akan langsung melakukan mendeteksi dini.

"Kalau ada panas badan kita curigai. Apalagi dari China. Akan kita deteksi dini. Langkah pertama mewaspadai orang yang masuk keluar dari China kita deteksi awal. Di tempat masuk yang arah Indonesia. Binatang juga kita awasi. Tapi sampai sekarang belum ditemukan (Virus Corona)," imbuhnya.

Selain itu, Herlin juga telah menyurati seluruh rumah sakit di Jatim, apabila ada pasien yang baru pulang dari China dan memiliki suhu panas tinggi, harus hati-hati dan diberikan penanganan khusus.

Sementara jika ada temuan, Herlin menyebut akan mengisolasi orang tersebut agar virusnya tak menular.

"Apabila panas tinggi berasal dari China, maka periksa laborat lebih ketat lagi. Itu RS dan klinik sudah kami surati. Kalau ada temuan, langsung orang itu dimasukkan ke ruang isolasi," lanjut Herlin.

Kewaspadaan terhadap Virus Corona ini memang sengaja ditingkatkan. Virus ini merupakan jenis baru yang gejalanya sama halnya infeksi paru-paru namun lebih ganas.

"Akan terasa panas tinggi, sesak, nyeri badan semuanya dan ini menular lebih cepat," pungkasnya.

(hil/fat)