Teror Berlanjut, 5 Kambing di Pacitan Kembali Mati Misterius

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 16:30 WIB
Lima kambing yang mati (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan -

Kasus kambing mati misterius masih terus terjadi di Pacitan. Lima ekor kambing kembali ditemukan mati dengan ciri-ciri seperti kambing yang mati sebelumnya.

Lima kambing itu milik Tambir (65), warga Desa Karangnongko. Lima kambing itu ditemukan tak bernyawa, Rabu (22/1/2020) pagi. Bangkai ternak diketahui bergelimpangan di dalam kandang.

"Saya tinggal di Desa Karangnongko, tapi kandang untuk piara kambing berada di dekat Pantai Srengit, Desa Kalipelus," tutur Tambir kepada wartawan di samping kandang.

Tambir bilang, sore hari sebelum ternaknya mati, dirinya mendatangi kandang. Seperti biasa dia rutin memberi makan hewan peliharaannya tersebut. Di kandang berbahan kayu tersebut terdapat 6 ekor kambing

"Ada 4 ekor dewasa dan 2 ekor cempe (anak-anak)," katanya.

Dari jumlah itu, 5 ekor di antaranya mati tanpa sebab jelas. Hanya tersisa seekor kambing anakan berbulu hitam yang masih hidup. Itu pun dengan luka sobek pada bagian punggung.

Lantaran masih belia, kambing jenis Jawa itu dititipkan kepada tetangga untuk diikutkan menyusu pada induk lain. Tambir berharap anak kambing yang selamat dapat bertahan hidup.

"Pagi tadi niat saya mau memberi makan (kambing). Tapi begitu saya dekati, kambingnya sudah pada mati di dalam kandang," imbuh Tambir didampingi Katiyem (60), istrinya.

Dengan begitu, total ada sedikitnya 41 ekor kambing yang telah mati secara misterius.

Secara terpisah, Sahuri, Kepala Desa Kalipelus mengatakan sejak kasus pertama terjadi, warga rutin berpatroli. Sasaran utamanya adalah kandang tempat memelihara kambing milik warga.

Hanya saja, cara tersebut tak membuat si pemangsa jera. Terlebih tidak semua kandang berada di dekat permukiman. Makhluk pemangsa pun kerap memanfaatkan kelengahan warga yang tengah ronda.

"Semalam itu warga patroli di kandang yang berada di dekat permukiman. Ternyata yang diserang kandang yang berada jauh dari rumah," paparnya.

(iwd/iwd)