Round-up

Saat Sebuah Surat Edaran RW Gegerkan Warga Surabaya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 07:29 WIB
Surat edaran RW yang viral/Foto: Istimewa
Surabaya - Sebuah surat edaran RW di Surabaya menjadi perbincangan. Penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi dalam surat menuai polemik.

Surat edaran tersebut yakni hasil keputusan bersama RW 03 Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri. Dalam surat tersebut diterangkan bahwa setiap warga nonpribumi diwajibkan membayar iuran dua kali lipat jika ingin mendirikan bangunan di kelurahan setempat.

Salah seorang warga setempat Tulus Warsito (40) mengatakan, surat edaran hasil keputusan warga RW 03 Kelurahan Bangkingan itu memang benar. Ia menjelaskan, kata nonpribumi yang ada di surat edaran bukan berkonotasi rasis. Namun berarti warga pendatang.


"Benar tapi penjelasannya pribumi adalah warga asli kampung yang lahir dan besar di sana. Nonpribumi warga pendatang maksudnya. Bukan masalah ras lho," kata Tulus kepada detikcom, Selasa (21/1/2020).

Menurut Tulus, peraturan penarikan iuran bagi warga pendatang sebenarnya sudah ada sebelumnya. Peraturan itu belum diberlakukan meski sudah diputuskan.

"Aturan itu ada sebelum kepemimpinan beliau (RW sekarang). Ini belum berlaku. Pas selesai rapat peraturan diedarkan. Terus gejolak," bebernya.
Selanjutnya
Halaman
1 2