Khofifah akan Hidupkan Sentra Industri Tas di Tanggulangin, Ini Strateginya

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 19 Jan 2020 21:12 WIB
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bakal menyiapkan tiga langkah strategis untuk tetap menghidupkan sentra industri tas di Tanggulangin, Sidoarjo. Lalu apa saja tiga langkah strategis itu?

Dikatakan Khofifah, langkah pertama yang akan diambil yakni mempertemukan antara perajin kulit dan tas. Sebagai langkah kongkrit, ia berencana akan mempertemukan perajin kulit di Sidoarjo dengan perajin tas dari Magetan.

"Yang mereka minta sedehana kok, mereka ingin ada pertemuan antara perajin kulit dan perajin tas. Ini belum pernah dilakukan. Maka kita akan pertemukan, rencanya dua kali, pertama nanti di Magetan, dan kedua di Tanggulangin," ujar Khofifah, Minggu (19/1/2020).

Menurut Khofifah, pertemuan kedua perajin itu diperlukan sebab nantinya akan saling mengetahui apa yang dibutuhkan masing-masing perajin.


"Supaya perajin tahu sebenarnya kulit seperti apa yang dibutuhkan oleh perajin tas di Tanggulangin, mulai teksturnya, jenisnya warna dan sebagainya. Begitu juga sebaliknya," tambah mantan menteri sosial itu.

Sedangkan langkah kedua, lanjut dia, Pemprov Jatim akan mengadakan program sertifikasi tenaga kerja yang selaras dengan program cipta lapangan kerja pemerintah pusat. Rencananya, di sentra industri tas Tanggulangin ini akan disediakan kurikulum dan seritifkasi pada siswa SMK yang magang selama 6 bulan hingga 1 tahun.

"Di Koperasi Intako ini, sebenanya sudah ada anak-anak SMK yang magang, sebulan biasanya ada 20 anak. Nah, ini kan berkaitan dengan kebutuhan cipta lapangan kerja maka sasarannya adalah yang belum kerja. Jadi saya minta tim Intako membuat proposal agar kita bisa tahu kemampuan Intako seberapa besar dalam memberikan ruang magang," terang Khofifah.

"Mereka ingin dibuat keren namanya seperti misalnya Akademi Tanggulangin, tidak masalah. Nah saya ingin anak-anak yang magang bisa dapat sertifikat dengan kurikulum yang terukur. Maka saya minta diidentifikasi cocoknya di sini sertifikatnya apa, kalau sudah begitu maka menyusun kurikulumnya bisa terang, karena tidak mungkin memberi sertifikat kalau tidak ada kurikulumnya," lanjutnya.


Terakhir, langkah yang sedang disiapkan Khofifah untuk sentra industri tas Tanggulangin adalah menyediakan mentor dan tenaga ahli digital IT. Hal itu untuk membimbing perajin dan penjual tas agar bisa terus eksis dan bersaing di era teknologi digital.

Langkah ini diberikan atas permintaan perajin, yang selama ini mengeluhkan penurunan pembeli hingga 50 persen lantaran pembelinya beralih ke belanja online bisa teratasi. Sebelumnya, Koperasi Intako sudah pernah melakukan teknik menjual produk secara online. Namun, saat upaya itu dilakukan, yang terjadi justru perajin kewalahan lantaran tidak cukup tenaga kerja saat permintaan meningkat dalam jumlah besar.

"Untuk masuk ke bisnis digital, sekarang ini mereka butuh mentor untuk bisa membimbing bagaimana produk mereka masuk ke pasar online. Dengan harapan mentor tersebut bisa memandu penjualan secara online dan secara kontinyu," jelasnya.

Rencananya pengembangan bisnis digital di sentra industri tas Tanggulangin ini akan terhubung dengan program Millenial Job Center. Hal itu dilakukan dengan harapan akan terbentuk ekosistem usaha dan managemen bisnis digital yang baik.

"Kita harap tiga program kita tersebut bisa terus menjaga eksistensi dan meningkatkan daya saing sentra industri tas Jawa Timur sehingga tak kalah di era yang semuanya sudah serba online ini," pungkas Khofifah. (fat/fat)