Kampung di Sidoarjo Bikin Program Warga Peduli Keselamatan dan Kesehatan

Suparno - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 09:25 WIB
Warga Sekardangan membuat inovasi baru (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo - Warga Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo, yang lebih dikenal dengan Kampung Edukasi Sampah membuat inovasi baru. Inovasi ini yakni program warga peduli terhadap keselamatan dan kesehatan.

Ketua RT sekaligus pengelola Kampung Edukasi Sampah, Edi Priyanto mengatakan dirinya sengaja membuat program bersamaan dengan momentum bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional. Tahun 2020, K3 Nasional bersamaan dengan 50 tahun diberlakukannya undang-undang K3 di Indonesia.

"Selama ini yang menjadi perhatian dalam penerapan K3 adalah hanya pada pekerjaan formal saja seperti pada industri dan perusahaan, sedangkan aktivitas non formal seperti aktifitas keseharian yang dilakukan oleh warga dalam masyarakat banyak luput dari perhatian bersama," kata Edi kepada wartawan di Kampung peduli K3, Sabtu (18/1/2020).

Edi menjelaskan, guna menunjang programnya, beberapa aktivitas yang dilakukan bersama warga. Di antaranya aktivitas tanggap darurat, yaitu mekanisme apabila terjadi keadaan darurat di wilayahnya, seperti kebakaran, gempa bumi, warga sakit/kecelakaan mendadak, warga meninggal, dan lain-lain.

"Warga yang tergabung dalam tim diberikan pembekalan dan latihan secara berkala bagaimana melakukan evakuasi warga, teknik pemadaman terhadap kejadian kebakaran awal, cara membawa korban kecelakaan/sakit menuju Puskesmas/Rumah Sakit terdekat," tambah Edi.

Pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana pendukung prasarana tanggap darurat. Yakni, memasang tanda arah dan rute evakuasi hingga menetapkan lokasi titik kumpulnya (assembly point).


Untuk penanggulangan kebakaran awal di RTnya, pihaknya menyiagakan alat pemadam api ringan (APAR) yang telah terpasang dibeberapa titik. Selain itu disediakan alat pemadam api tradisional (APAT) terdiri dari pasir, karung goni serta pengait.

Sedangkan sarana transportasi untuk membantu evakuasi, disiapkan mobil siaga untuk membawa warga yang sakit/kecelakaan ke rumah sakit terdekat. Mobil ini merupakan milik warga dengan teknis pelaksanaan dilakukan penjadwalan bergilir antar mobil warga satu dengan yang lain.

"Terhadap tamu atau pengunjung yang datang di wilayah ini juga diberikan induksi atau briefing tentang keselamatan dan kesehatan di area tersebut. Pengunjung/tamu akan ditunjukkan lokasi titik kumpul, arah evakuasi, hingga bagaimana kalau kondisi sakit tiba-tiba serta menginformasikan bahwa wilayah yang tidak diperbolehkan untuk merokok," terangnya.

Sementara ada wilayah yang diperbolehkan merokok hingga wilayah yang menjadi larangan merokok lengkap dengan rambunya. Ini dilakukan dalam rangka memberikan jaminan kesehatan bagi warganya khususnya pada ibu hamil dan anak-anak agar tidak terpapar asap rokok.

Sedangkan untuk mengatur ketertiban lalu lintas, pihaknya juga telah memasang rambu-rambu lalu lintas dan rambu informasi lainnya untuk memudahkan bagi warga maupun tamu yang berkunjung.

"Guna meningkatkan kebugaran warga dilakukan kegiatan senam pagi bersama dan juga diselenggarakan kegiatan bersepeda bersama mengelilingi rute di sekitaran Sidoarjo. Selanjutnya dalam hal pemantauan kesehatan warga, secara rutin bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Sekardangan melakukan pemeriksaan kesehatan warga melalui program Posbinda maupun Posyandu sehingga apabila dijumpai . Mereka juga memiliki Kelompok Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur sebagai upaya untuk menjaga dan mengobati gangguan kesehatan secara mandiri, yakni dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga (toga) dan ketrampilan akupresur," tandas Edi. (fat/fat)