Ini Kata Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Soal TKW Asal Blitar

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 07:45 WIB
TKW yang lumpuh di Arab Saudi akhirnya pulang (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang dulu disebut BNP2TKI, mengklarifikasi pemberitaan pemulangan TKW asal Blitar yang lumpuh, Anik Widiyati.

Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI Sukmo Yuwono menjelaskan, pihaknya telah melakukan klarifikasi dengan beberapa petugas BP3TKI Serang yang melakukan penanganan langsung pada Anik Widiyati.

Diperoleh keterangan, Anik tiba di Bandara Soekarno Hatta pada 8 Januari 2020 sekitar pukul 16.00 WIB. Mengingat kondisi fisiknya sakit, maka Anik langsung dibawa ke shelter Duta Garden menggunakan kendaraan milik BP3TKI Serang. Dari shelter itu, kemudian petugas BP3TKI Serang langsung memindahkan Anik ke ambulance untuk dirujuk ke RS Polri Jakarta.

"Pada saat Anik dipindahkan ke ambulance, petugas BP3TKI Serang atas nama Muchtar Gozali melakukan pendataan barang yang bersangkutan. Ini disaksikan petugas lain atas nama Hari Pitriyanto. Dari hasil pendataan, dicatat uang terdiri pecahan 2 lembar 500 Real Saudi, 1 lembar 100 Real Saudi dan 5 lembar 1 Real Saudi serta 1 lembar pecahan 500 Dollar Syiria dan uang Rp 39 ribu," tulis Sukmo Yuwono, Sabtu (18/1/2020).


Petugas Muchtar Gozali memberitahukan ke Anik, barang dan uangnya disimpan di penyimpanan Shelter Duta Garden agar lebih aman. Setelah itu, Anik mendapatkan penanganan medis di RS Polri sejak tanggal 8 - 13 Januari 2020.

"Yang bersangkutan kemudian dijemput petugas Migrant Care untuk mengatur kepulangannya ke Blitar. Sebelum yang bersangkutan berangkat ke Blitar, petugas BP3TKI Serang mengirimkan barang dan uang yang sebelumnya disimpan di shelter Duta Garden. Sesampainya di Migrant Care telah dicek dan tidak ada yang kurang dari pendataan yang tercatat sebelumnya," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, lanjut dia, pihak BP2MI juga telah menawarkan untuk membelikan tiket pesawat terbang. Namun Anik memilih pulang ke Blitar dengan naik kereta api.

Dari keterangan kronologi itu, Sukmo Yuwono menyimpulkan, bahwa petugas BP2MI tidak bisa dibuktikan telah mengutip yang dibawa Anik. Upaya yang dilakukan petugas BP2MI sesuai prosedur dan BP3TKI Serang saat ini menjadi tulang punggung proses pemulangan TKI bermasalah dari seluruh penjuru dunia.


"Segala keterbatasan pelayanan yang ada tentunya akan menjadi komitmen bagi Badan untuk selalu meningkatkan pelayanan terbaik bagi Pekerja Migran Indonesia," pungkasnya.

Anik Widiyati, TKW yang lumpuh di Arab Saudi mengadukan ke Disnakertrans Pemkab Blitar jika uangnya diambil petugas yang menanganinya saat tiba di Indonesia. Anik menceritakan, separuh uangnya dimasukkan saku petugas yang tidak berseragam, saat di dalam ambulance yang membawanya menuju RS Polri Jakarta. Dia mengaku membawa uang sebesar 2. 120 Real Saudi. Namun petugas BNP2TKI menyatakan, uang Anik hanya 1.120 Real Saudi. (fat/fat)