Kerusakan Bangunan 15 SD Negeri Kota Mojokerto Tak Kunjung Diperbaiki

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 13:13 WIB
Sekolah-sekolah rusak di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Tahun ini Pemkot Mojokerto mengalokasikan anggaran Rp 3.528.268.200 untuk memperbaiki kerusakan di 8 SDN dan 2 SMPN. Sayangnya, dana tersebut belum menyentuh berbagai kerusakan tempat belajar di 15 SD negeri.

Seperti yang terjadi di SDN Prajurit Kulon 1, Jalan Raya Prajurit Kulon. Atap ruang perpustakaan seluas 5 x 8 meter persegi ambruk total. Kerangka atap yang ambruk dibiarkan berserakan di dalam ruangan. Kondisi ini dibiarkan sejak lama karena di dalam ruangan sudah ditumbuhi tanaman liar.

Kepala SDN Prajurit Kulon 1 Pariyono membenarkan ambruknya atap perpustakaan di sekolahnya terjadi Oktober 2014 silam. Menurut dia, atap rungan di belakang ruang kelas ini karena diterjang hujan dan angin kencang pada sore hari. Sehingga tidak ada korban.


"Sudah lima tahun lebih belum ada perbaikan. Dampaknya besar ke siswa karena butuh tambahan ilmu kan di perpustakaan," kata Pariyono kepada wartawan di kantornya, Jumat (17/1/2020).

Dia mengaku sudah 4 kali mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kota Mojokerto untuk perbaikan ruang perpustakaan. Proposal terkahir kali dia sodorkan ke dinas pada 2016 silam.

"Karena belum ada sertifikat tanahnya sehingga Pemkot Mojokerto tidak bisa mengalokasikan anggaran. Kalau bukan aset, penggunaan dana akan bermasalah. Semoga sertifikatnya segera selesai," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2