Razia Pelajar Bolos, Satpol PP Temukan Tisu Magic dan HP Isi Video Porno

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 19:37 WIB
Pelajar yang kena razia karena bolos (Foto: Enggran Eko Budianto)
Pelajar yang kena razia karena bolos (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Pemblokiran situs-situs porno rupanya belum efektif mencegah penyebaran konten tak senonoh ke kalangan pelajar. Terbukti masih banyak siswa di Kota Mojokerto yang menyimpan konten porno di ponsel mereka.

Fakta ini ditemukan saat Satpol PP Kota Mojokerto merazia warung kopi yang biasa digunakan nongkrong siswa bolos sekolah. Dari sebuah warkop di Perumahan Magersari, petugas penegak Perda menangkap basah 12 siswa SMA yang bolos sekolah.

Para siswa itu berasal dari 2 SMA berbeda di Kota Onde-onde. Salah seorang di antaranya berhasil kabur saat Satpol PP datang. Namun dari tas siswa tersebut, petugas menemukan tisu magic dan rokok.

Anggota Satpol PP juga memeriksa ponsel masing-masing siswa. Tanpa diduga, rupanya ponsel pintar mereka rata-rata berisi konten porno. Baik berupa file video maupun foto. Bahkan mereka mempunyai grup WhatsApp yang digunakan untuk berbagi konten porno.


"Kami periksa tas ditemukan ponsel banyak yang isinya video porno," kata Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto Sugiono kepada wartawan di lokasi, Kamis (16/1/2020).

Razia pelajar bolos kali ini, lanjut Sugiono, digelar karena banyaknya keluhan dari masyarakat. Menurut dia, para pelajar yang bolos sekolah dinilai melanggar Peraturan Wali Kota Mojokerto nomor 17 tahun 2009 tentang Wajib Belajar.

"Sanksinya pembinaan. Mereka kami minta menandatangani surat pernyataan, kami panggil orang tua dan gurunya masing-masing," terang Sugiono.

Sebanyak 11 siswa yang bolos dibawa ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto di Jalan Bhayangkara. Setelah para orang tua dan guru datang, petugas mencukur gundul rambut mereka.


Salah seorang siswa berinisial IF (16) mengaku jera. Karena dia harus mempertanggungjawabkan kebiasannya bolos sekolah kepada orang tuanya.

"Orang tua jadi tahu kalau saya bolos. Ke depan tidak akan saya ulangi," cetusnya.

IF mengaku bergabung dengan grup WhatsApp yang digunakan berbagai konten porno. Namun, dia berdalih grup itu digunakan untuk janjian ngopi antar siswa dari sekolah berbeda.

"Terkadang memang ada yang unggah foto atau video porno di grup itu, tapi tidak sering," tandasnya.


Tonton juga Razia Senyap Antisipasi Balap Liar, Polisi Banyuwangi Amankan 84 Motor :

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)