Super Canggih! Risma Ungkap Keunggulan Kamera e-Tilang di Surabaya

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 12:35 WIB
e-tilang di Surabaya dilaunching hari ini (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Kamera pengintai untuk Electronic Traffic Low Enforcement (E-TLE) atau e-tilang di Surabaya disebut super canggih. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun memaparkan beberapa keunggulan kamera ini.

Salah satu yang keunggulan yang disebut Risma yaitu kecepatan kamera dalam menangkap objek yang bergerak hingga 400 kilometer per jam.

"Setiap 15 meter ada kamera kami di seluruh wilayah Surabaya. Kelebihan kamera kami itu kecepatan kamera, lalu lintas kecepatannya 400 kilometer per jam, kami masih bisa menangkap siapa yang mengemudikan kendaraan. Untuk kamera keamanan, kecepatan 80 km per jam kami bisa menangkap," papar Risma di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (16/1/2020).

Tak hanya itu, kamera tersebut tak hanya bisa mengenali wajah seseorang yang melanggar lalu lintas. Bahkan, gerak-gerik orang di dalam mobil juga bisa tertangkap. Data ini pun langsung terhubung dengan data kependudukan masyarakat se-Indonesia.


"Di dalam mobil, bukan hanya wajah, gerak gerik juga bisa kami pantau. Itu kami hubungkan dengan data kependudukan. Begitu tertangkap siapa, misal mobilnya sewa, itu bisa connect dengan data kependudukan seluruh Indonesia," lanjut Risma.

Kamera ini juga dimanfaatkan untuk mencari orang hilang. Karena, servernya juga terhubung dengan kamera di seluruh bangunan di Surabaya.

"Tahun lalu terjadi penculikan anak di sekolah, karena itu tadi saya jelaskan seluruh bangunan mulai bank, kantor kampus, sekolah dari SD, masjid, gereja semua ada kamera yang terkoneksi dengan kamera kami," ungkap Risma.


Selain itu, Risma menyebut teknologi ini hanya ada 3 di dunia, salah satunya di Surabaya. "Misalkan aja pencurian, sudah tahu hilangnya terakhir di mana. Nanti ketangkap dengan CCTV, membentuk peta, jaringan di mana kita bisa. Dengan gerak gerik kami sudah bisa tangkap, ndak perlu hanya wajah saja. Misalnya pakai jenggot, kacamata, topi, dengan gerak gerik kami sudah bisa nangkap. Kamera ini selain untuk lalu lintas, juga bagus untuk keamanan. Di dunia cuma ada 3 termasuk di Surabaya," imbuhnya.

Lalu, apakah pembuatan kamera canggih ini menelan biaya cukup besar? Risma pun menampiknya. Dia menyebut karena dibuat sendiri, teknologi ini terhitung cukup murah. Risma pun mempersilakan pihak lain yang ingin menggunakan teknologi ini.

"Kalau ingin menggunakan silakan, tapi memang kapasitas untuk server agak besar. Ini buatan staf kami sendiri, kami tidak beli dari manapun, murah, tapi mengerjakannya tiap hari sampai jam 2 pagi," pungkasnya.



Simak juga video Kena Tilang Elektronik? Begini Mengurusnya:

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)