PKB dan PPP Jajaki Koalisi Calon di Pilgub Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 16:07 WIB
Foto: Ardian Fanani/detikcom
Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi - PKB dan PPP membuka ruang koalisi untuk Pilkada Banyuwangi 2020. Kedua partai sepakat memilih bakal calon Bupati dan calon Wakil Bupati (Bacabup-Bacawabup) dari kader NU sebagai pengganti Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Partai 'ijo-ijo' ini mengawali kesepahaman di kantor PCNU Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (15/1/2020). Partai berlambang Ka'bah dan Bumi tersebut sama-sama membawa serta para legislator yang duduk di DPRD Banyuwangi.

"Di Banyuwangi banyak kader NU yang bisa meneruskan kepemimpinan Bupati Anas," kata Ketua DPC PPP Banyuwangi KH Ahmad Fauzan di acara Bulan PCNU Mendengar.

Ahmad Fauzan mengaku ajang ini sebagai awal pertemuan yang nantinya bisa dilanjutkan dengan koalisi keduanya.

"Ada lanjutan pasti nantinya. Tinggal menunggu kesepahaman dan komunikasi intensif," pungkasnya.


Ketua DPC PKB Joni Subagyo berpendapat yang sama setelah Abah Fauzan mengawali keterangan soal kedatangannya siang itu. Menurut Abah Joni, daerah yang kuota suara parlemennya tidak memenuhi syarat 20 persen diminta melakukan pendekatan ke PPP dan PKB.

"Parpol secara alami berkumpul. Suara bawah NU sama. Kalau bisa, PPP dan PKB bergabung mengusung calon bupati dan wakil bupati," ungkapnya.

Di parlemen, PKB memiliki jatah 9 kursi dan PPP 4 kursi. Jumlah total 13 kursi cukup bagi dua partai milik NU itu untuk mengusung bupati dan wakil bupati sendiri karena melebihi kuota 20 persen.

Jika ini terjadi, rencana menyatukan santri KH Maimun Zubair dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bakal terwujud.

"Almarhum Mbah Maimun berada di PPP. Sedangkan almarhum Gus Dur di PKB. Jika ini terjadi, Ka'bah dan Bumi menyatu. Kami menunggu dan siap menjalankan titah dari NU," tegasnya


Ketua PCNU Banyuwangi KH Ali Makki Zaini menyebut kedatangan PKB dan PPP sangat istimewa. Kesepahaman atau koalisi keduanya adalah berkah.

"Selama penggantinya masih NU, harus didukung," pesannya diamini kedua ketua partai.

Soal siapa yang nanti akan diusulkan, NU tidak akan ikut campur terlalu dalam. Dia minta hal itu ditata dan dibicarakan sampai tataran tertinggi. Yang paling penting adalah dua partai hijau ini bersatu.

"Tunjukkan sejak saat ini bahwa PPP dan PKB bersatu. Warga harus tahu ini," pintanya. (fat/fat)