Meilani Alfira Balita Usia 2,8 Tahun Penderita Gizi Buruk Tubuhnya Sangat Kurus

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 12:45 WIB
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Di tengah upaya pemerintah meniadakan stunting dan gizi buruk, seorang anak balita di Lamongan dirawat di RSUD dr Soegiri. Sang balita penderita gizi buruk ini dirawat di ruang Anggrek 5, sejak 3 hari lalu.

Sang balita tersebut yakni Meilani Alfira Damayanti usia 2 tahun 8 bulan. Tubuh putri Dwi Novita (29), kurus kering dengan berat badan tidak ideal dengan pertumbuhan umurnya.

"Iya mas, Sabtu (11/1) kemarin masuk rumah sakit," kata sang ibu, Dwi Novita kepada wartawan saat di RSUD dr Soegiri, Senin (13/1/2020).

Warga Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, ini mengaku anaknya lahir dengan bobot normal, 3 kg. Namun hingga usia 2 tahun, hanya berbobot 4 kg. Padahal normalnya, bayi usai 12 tahun memiliki berat badan 12 kg.

"Sebagai orang tua, saya langsung memeriksakan ke klinik dan menurut petugas medis dikatakan hanya terpengaruh susu atau disebut alergi susu sapi," tutur Dwi.


Dwi menambahkan atas saran medis itu ia kemudian mengganti susu anaknya dengan susu soya. Meski sudah mengganti dengan susu soya, lanjut Dwi, sang anak tetap muntah saat disuapi makanan.

Menurut Dwi, gizi buruk yang menimpa anak semata wayangnya itu berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Saat itu Alfira diasuh neneknya karena dia harus berjualan gorengan keliling untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah bercerai Oktober 2019 lalu.

"Karena saya harus berjualan keliling jadi anak saya diasuh sama ibu saya mas," pungkasnya.

Perangkat Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng tak tinggal diam. Mendapati salah satu warganya menderita gizi buruk langsung membawa sang balita ke RSUD dr Soegiri Lamongan.

Seketaris Desa Latukan, Arif Hidayat dihubungi wartawan mengaku sudah berupaya membantu warganya, Meilani Alfira Damayanti. "Desa sudah berupaya penuh untuk keluarga dengan membawa ke rumah sakit," kata Arif.


Selain itu, pemerintah desa juga tengah menguruskan kartu BPJS Kesehatan untuk keluarga Dwi. Terkait informasi ini sampai ke telinga wartawan dan hendak diangkat ke permukaan, Arif menyerahkan sepenuhnya pada pihak keluarga, kalau memang ada manfaat bagi pihak keluarga. "Kami serahkan sepenuhnya pada pihak keluarga," tambahnya.

Tidak hanya perangkat dan pemerintah desa yang bergerak, Arif menyebut, Karang taruna desanya juga ikut aktif membantu Dwi dan anaknya. "Karang taruna juga menggalang dana untuk diberikan kepada keluarga. Kami serahkan sepenuhnya pada pihak keluarga, semoga memang ada manfaat bagi pihak keluarga," akunya. (fat/fat)