Yuk Kenali Perbedaan Fisik Daging Ayam Tiren dan yang Segar

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 12 Jan 2020 07:17 WIB
Ciri-ciri daging ayam tiren dan yang segar/Foto: Istimewa
Blitar - Polisi mengungkap kasus penjualan daging ayam tiren di pasar tradisional Blitar dan Malang. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemkab Blitar memberi beberapa petunjuk bagaimana cara memilih daging ayam yang segar dan aman dikonsumsi.

Nanang Miftahudin dari Disnakkan Pemkab Blitar menjelaskan, perbedaan mencolok daging ayam tiren dan yang segar bisa dilihat dari warna dan aromanya. Daging ayam segar warna dagingnya putih pucat dengan aroma normal.

"Kalau daging ayam tiren warnanya kebiru-biruan dan tidak segar. Aromanya tidak sedap dan cenderung amis. Waspadai juga jika warna kulit daging licin dan mengkilat, itu efek penggunaan formalin," kata Nanang kepada detikcom, Minggu (12/1/2020).


Selain dari penampilan awal, pembeli juga harus jeli melihat kondisi leher daging ayam. Pada penyembelihan ayam segar, lanjutnya,
bekas sembelihan di leher terbuka lebar dan tidak rapi. Sedangkan pada ayam tiren, bekas sembelihan di leher sempit dan rapi.

Tahap ketiga, perhatikan pori-pori dagingnya. Pada daging ayam segar, serat daging halus dan bekas cabutan bulu pada pori tertutup. Sedangkan pada daging ayam tiren, permukaan daging terasa kasar dan pori-pori bekas tercabutnya bulu tidak menutup rapat.

"Selanjutnya pembeli bisa memeriksa, sendi daging ayam segar itu elastis dan mudah ditekuk tekuk. Tapi pada daging ayam tiren,
sendinya kaku dan tidak elastis," imbuhnya.