Reboisasi Jadi Tanggung Jawab Moral Warga Saat Hutan Gunung Ijen Terbakar

Chuk S Widarsha - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 14:26 WIB
Reboisasi dilakukan setelah pegunungan Ijen terbakar (Foto: Chuk S Widarsha)
Bondowoso - Ratusan warga Kecamatan Ijen, Bondowoso dan sekitarnya melakukan penghijauan di lereng Pegunungan Ijen. Penghijauan dilakukan sebagai reboisasi setelah terjadi kebakaran hebat beberapa saat lalu.

Mereka yang tergabung dalam beberapa LMDH (lembaga masyarakat desa hutan) tersebut berasal dari kawasan sekitar hutan yang ada di Bondowoso. Di antaranya kecamatan Ijen, Sumberwringin, dan Sukosari.

"Kami punya tanggungjawab moral atas kelestarian hutan yang ada di sekitar kami," kata Ketua LMDH 'Gunung Hijau', Hajir, ditemui di Kawah Wurung, Kamis (9/1/2020).

Diimbuhkan Hajir, warga sekitar kawasan hutan merasa bersinggungan langsung dengan lingkungan sekitar hutan. Karena mereka juga dapat memanfaatkan hutan dengan menjadi petani penggarap.

"Selain itu, kalau terjadi bencana yang diakibatkan hutan, kami yang kena duluan," ujar Hajir.


Sementara Administratur Perhutani KPH Bondowoso Agus Sarwedi mengaku sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan masyarakat sekitar kawasan dengan melakukan penghijauan kembali kawasan yang sempat terbakar hebat beberapa bulan lalu.

"Ini merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi hutan. Tetutama pascakebakaran kemarin. Selain untuk reboisasi, penanaman tanaman produktif juga akan bermanfaat bagi warga sekitar hutan itu," tandas Agus Sarwedi.

Pantauan di lapangan, ratusan warga yang tergabung dalam beberapa LMDH tersebut tampak melakukan penanaman bibit pohon di kawasan yang habis terbakar.

Adapun bibit pohon yang mereka tanam diantaranya adalah pohon makadamia, alpukat, serta beberapa jenis tanaman produktif lainnya.


Seperti pernah diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di kawasan Pegunungan Ijen, Oktober 2019 silam. Dalam kebakaran ini, seribu hektar lebih hutan di kawasan ini luluh lantak dilalap si jago merah.

Hutan yang terbakar terdiri dari kawasan Cagar Alam (CA) Merapi Ungup-ungup dan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen, seluas sekitar 970 hektar, atau sepertiga lebih dari total luas hutan milik BKSDA di kawasan tersebut.

Sedangkan hutan milik Perhutani KPH Bondowoso yang terbakar seluas 50,9 hektar. Terdiri dari kawasan hutan lindung dan hutan produksi yang dikelola bersama masyarakat. (iwd/iwd)