Budidaya Maggot Bagi Warga Banyuwangi Jalan Keluar dari Permasalahan Sampah

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 10:13 WIB
Budidaya Manggot di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

Saat maggot mulai berwarna coklat, atau usia 15 - 20 hari bisa diolah menjadi konsentrat, dengan bahan tambahan bekatul. Kandungan minyak pada larva maggot memiliki kandungan asam lemak baik yang cocok untuk bahan pembuatan kosmetik maupun obat.

"Maggot yang sudah memasuki siklus menjadi Pupa, juga mengandung senyawa Chitin yang merupakan senyawa penting bagi pembuatan pelapis makanan," jelasnya.

Meski demikian, Pokmas Pega Indonesia, juga tetap melayani konsumen yang ingin membeli larva maggot dan bibit maggot. Harga yang ditawarkan, untuk maggot perkilogram dibandrol Rp 6 ribu. Sedang bibit maggot dijual Rp 6 - 7 ribu per gram. "Untuk bibit, konsumen kami bukan hanya dari lokal Banyuwangi, tapi juga dari Kalimantan, Bandung, Bali, Magetan, Jember, Bangka, Malang dan lainnya," kata Sundariyanto.

Pokmas Pega Indonesia, juga melakukan pembiakan lalat BSF. Tujuanya guna memastikan proses pembibitan terus berkesinambungan. Sebagian larva maggot, di biarkan tumbuh hingga menjadi Pupa, yang selanjutnya berubah menjadi lalat. Selanjutnya lalat akan bertelur dan ditetapkan. Lalat betina, masih Dirga, dapat menetaskan hingga lebih dari 500 telur pada tempat yang kering. Dan dari telur lalat yang sudah menetas, satu minggu sudah tumbuh menjadi larva maggot.


Mengingat pentingnya penyelesaian masalah sampah, dalam praktiknya Pokmas Pega Indonesia, membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak yang ingin belajar atau akan menjadi pembudidaya maggot. Bagi yang berminat bisa datang langsung ke Sekretariat Pokmas Pega Indonesia di Dusun Mulyoasri, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Atau via instagram bsf_pega_indonesia.

Budidaya manggot warga Banyuwangi/Budidaya manggot warga Banyuwangi/ Foto: Ardian Fanani

Dikonfirmasi terpisah, Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono mengaku sangat mendukung apa yang dilakukan Pokmas Pega Indonesia. Mengingat sampah adalah masalah kompleks yang dialami seluruh elemen masyarakat. Tak terkecuali di Banyuwangi.

"Ini adalah inovasi baru dalam mengatasi permasalahan sampah, masalah sampah bisa teratasi, juga masih bisa mendatangkan rupiah," ucapnya.

Menurutnya, dukungan yang diberikan oleh PT BSI adalah wujud apresiasi terhadap Pokmas Pega Indonesia. Sekaligus sebagai bentuk sinergitas pada program Pemerintah Daerah Banyuwangi, khususnya dibidang kesehatan dan lingkungan dalam penanggulangan sampah dengan prinsip 'zero waste'.

"Semakin banyak sampah yang bisa diurai, maka kesehatan lingkungan juga akan semakin baik," kata Sudarmono.
Halaman

(fat/fat)