Cuaca Ekstrem Bikin Mahal Bumbu Dapur di Jember

Yakub Mulyono - detikNews
Minggu, 05 Jan 2020 08:10 WIB
Pasar di Jember (Foto: Yakub Mulyono)
Jember - Harga komoditas bumbu dapur di sejumlah pasar di Jember mengalami kenaikan sejak awal tahun. Kenaikan diduga akibat cuaca ekstrem.

"Kenaikan harganya terjadi sejak 2 hari yang lalu. Pokok tahun baruan ini," kata salah seorang pedagang di Pasar Tanjung, Wawan, Sabtu (4/1/2020).

Wawan menyebutkan, mulai dari cabai rawit, cabai besar, kentang, tomat , bawang putih, bawang merah, dan wortel, semuanya naik. Terutama cabai rawit dan cabai besar.

"Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit dan cabai besar. Harga perkilonya sekarang Rp 47 ribu. Sebelumnya masih berada di kisaran Rp 30 ribu," ungkapnya.


"Sedangkan untuk harga tomat besar sekarang Rp 14 ribu perkilo, tomat kecil Rp 12 ribu, tidak terlalu banyak naiknya. Bawang merah Rp 36 ribu dan Bawang putih Rp 28 ribu," sambung Wawan.

Wawan menjelaskan, terkait kenaikan harga bumbu dapur ini, diduga karena cuaca ekstrem. Dirinya pun mengaku, para pembeli banyak yang mengeluh dengan kenaikan harga tersebut.

"Penyebab naiknya harga, karena hujan deras dan angin kencang yang menyebabkan kerugian. Tapi saya pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena dari mengambil di tempat kulakan memang sudah tinggi harganya. Bahkan (pembeli) ada yang tidak jadi beli ketika tahu (bumbu dapur) harganya naik," urai Wawan.

Salah seorang pembeli, Yeni mengeluhkan naiknya harga bumbu dapur ini. Apalagi kenaikannya cukup signifikan.


"Kenaikannya lumayan besar. Nggak tahu kenapa. Kata pedagangnya sih barangnya sulit," katanya.

Namun, sebagai ibu rumah tangga, dia tidak bisa apa-apa selain tetap membeli. Karena bumbu memang sudah menjadi kebutuhan.

"Ya tetap dibeli, kan memang sudah kebutuhan untuk memasak," pungkasnya.



Wawancara Eksklusif BMKG: Waspada, Puncak Musim Hujan di Februari-Maret!:

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)