Musim Hujan, Jawa Timur Waspadai Banjir Kiriman Sungai Bengawan Solo

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 02 Jan 2020 17:02 WIB
Banjir di Gresik (Foto file: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Musim hujan datang, membuat Pemprov Jatim mewaspadai banjir kiriman dari Sungai Bengawan Solo. Karena banjir kiriman ini bisa sewaktu-waktu terjadi.

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyebut 70 persen panjang Sungai Bengawan Solo berada di wilayah Jatim. Sedangkan, lokasi hulu sungai berada di Jawa Tengah. Untuk itu, Emil menyebut terus memantau perkembangan kondisi hulu Sungai Bengawan Solo di Jateng.

"Bengawan Solo ini ada yang namanya banjir kiriman hujannya tidak terjadi di Jawa Timur tapi dikirim oleh Bengawan Solo karena 30 persennya yaitu hulu di Jawa Tengah, kita di hilirnya 70 persennya sehingga ikut mengupdate kondisi hujan yang terjadi di hulu Sungai Bengawan Solo," kata Emil di kantor BPBD Jatim, Sidoarjo, Kamis (2/1/2020).

Tak hanya itu, Emil juga meminta masyarakat tidak panik. Namun selalu waspada jika sewaktu-waktu terjadi banjir.


"Slow on set kita bisa mengantisipasi adanya banjir kiriman, kita segera melakukan langkah di masyarakat, kita harus waspada tapi jangan panik," pintanya.

Emil menyebut pihaknya telah menyiapkan sumur resapan air atau biopori di sejumlah titik dataran rendah yang rawan banjir. Sumur resapan ini digunakan untuk menyedot genangan air.

"Kita melakukan yang disebut sumur resapan air atau biopori, tapi di daerah. Kalau di daerah pegunungan seperti daerah Trenggalek, Tulungagung dan sebagainya kalau kita lakukan resapan air yang terjadi bisa-bisa tanahnya jenuh karena air, tapi kalau di datar itu malah nggak papa kan bisa membantu mempercepat pengurangan genangan air," paparnya.

Selain itu, Emil juga telah mengecek ketersediaan alat-alat evakuasi hingga ketersediaan makanan untuk bencana.


"Kita sudah meningkatkan kesiapsiagaan kita, sudah ada inventarisasi segala ketersediaan alat berat, segala ketersediaan alat evakuasi, tadi kami sudah meninjau di sini termasuk kalau banjir yang penting adalah ketersediaan makanan darurat. Bahkan bukan hanya dicek tapi juga kita coba rasanya, Insya Allah kondisinya baik ada tanggal expirednya atau kadaluarsa harus dilihat sebelum dikonsumsi," pungkasnya. (hil/fat)