Pemkab Gelar Pemilihan Duta Daerah Iringi Banyuwangi Festival

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 29 Des 2019 13:26 WIB
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi mulai melakukan seleksi Pemilihan Duta Daerah Jebeng Thulik Banyuwangi 2020. Seleksi kegiatan ini dilakukan lebih awal di tahun 2019, untuk persiapan kegiatan Banyuwangi Festival (B-Fest) 2020.

Sebanyak 173 muda-mudik Banyuwangi berlomba menjadi yang terbaik dalam ajang ini. Mereka mengikuti beberapa tahap seleksi, antara lain, tes wiraga, tes tulis dn wawancara.

"Dari 173 itu Kuta seleksi menjadi 80 peserta yang masuk dalam tes wawancara. Kita seleksi dengan berbagai tahapan tes, yakni wiraga dn tes tulis," ujar Riska Widyana, Ketua Pemilihan Duta Daerah Jebeng Thulik Banyuwangi 2020 kepada detikcom, Minggu (29/12/2019).

Dari 80 peserta kemudian dikerucutkan lagi menjadi 36 atau 18 pasang Finalis Jebeng dan Thulik yang maju dalam ajang final. Selanjutnya mereka bakal berlomba menjadi salah satu duta dari 9 kategori yang diperlombakan. Antara lain Duta Lingkungan Hidup, Duta Kesehatan, Duta Genre, Duta Bahari, Duta Pertanian, Duta Pengairan, Duta Koperasi, Duta Pariwisata dan Duta Pelayanan Publik.

"Dari 9 duta tersebut kita pilih Jebeng dan Thulik Banyuwangi 2020 pada bulan Februari pada saat penobatan," pungkasnya.


Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap ajang ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Banyuwangi kepada generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan. Generasi milenial punya cara tersendiri mengenalkan budaya, pariwisata dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

"Mereka adalah ujung tombak kami dalam mensosialisasikan kegiatan kita ke masyarakat. Tentu muda-mudi Banyuwangi dapat berkontribusi dengan baik di beberapa bidang dan dinas yang terlibat dalam ajang ini," ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda menambahkan, ajang pemilihan ini merupakan pemilihan tertua di Banyuwangi. Sejak tahun 1968, pemilihan dilakukan sebagai kegiatan ajang memilih muda-mudi terkini pada zamannya. Dengan mengenalkan budaya dan kostum adat pada masa itu, kini pemilihan ini memasukkan materi dan kegiatan sosial.

"Seiring perkembangan waktu, pemilihan ini semakin sulit. Sebab banyak materi, banyak tes dan kegiatan sosial yang dilakukan," kata Bramuda. (fat/fat)