Kaleidoskop 2019

Predator Anak asal Mojokerto yang Pertama Dihukum Kebiri Kimia di Indonesia

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 29 Des 2019 12:23 WIB
Aris saat diwawancara wartawan di Lapas Klas IIB Mojokerto (Foto file: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Sidoarjo - Mojokerto mengukir sejarah baru di bidang penegakan hukum. Yakni adanya predator anak yang dihukum kebiri kimia. Vonis kebiri kimia ini menjadi yang pertama di Indonesia.

Sejarah baru penegakan hukum di Indonesia ini diukir Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto pada 2 Mei 2019. Saat itu majelis hakim menghukum Muhammad Aris (20) dengan 12 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan, serta pidana tambahan kebiri kimia.

Karena tukang las asal Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini telah memerkosa 9 anak dalam kurun waktu 2015-Oktokber 2018. Vonis majelis hakim PN Mojokerto ini dikuatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya pada 18 Juli 2019.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto Erhammudin mengatakan, kejahatan yang dilakukan Aris tergolong sangat serius. Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, 9 korban rata-rata masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK).


Menurut dia, predator anak ini memilih korbannya secara acak dengan keliling perumahan dan sekolah-sekolah. Saat bertemu korban di tempat sepi, Aris langsung membekap dan memerkosanya. Hasil visum menunjukkan para korban mengalami robek dan pendarahan pada alat vitalnya.

"Ini kejahatan yang sangat serius dan harus diberikan efek jera, juga supaya menjadi pelajaran bagi masyarakat," kata Erhammudin kepada wartawan di kantor PN Mojokerto, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Senin (26/8).

Oleh sebab itu, lanjut Erhammudin, majelis hakim memberikan hukuman tambahan kebiri kimia terhadap Aris. Pidana tambahan tersebut menggunakan dasar UU RI No 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Simak Video "Polres Makassar Bekuk Predator Anak"


Selanjutnya
Halaman
1 2 3