Pengerukan Sungai Kalimas dan Saluran Air Terus Dilakukan Antisipasi Banjir

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 28 Des 2019 16:40 WIB
Pengerukan sungai dilakukan antisipasi banjir (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Beberapa sungai dan saluran air di Surabaya dilakukan pengerukan. Pemkot Surabaya melakukan hal itu untuk mengurangi genangan di Kota Pahlawan, meski sungai-sungai itu terkadang bukan wilayahnya.

Kepala Bidang Pematusan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan meski sungai yang dikeruk bukan wilayahnya, hal itu tetap dilakukan. Pihaknya tidak memandang wilayah dan kewenangan. Tujuannya untuk kepentingan warga, meski tetap berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Wilayah yang bukan kewenangan kita, seperti di Kalimas di tahun 2018 kita berkoordinasi dan kerja bersama dengan Jasa Tirta selaku pengelola. Jadi kita melakukan pengerukan mulai dari Jembatan Bungkuk, Jalan Ngagel, Jalan Ratna, kemudian Kramat Gantung, Peneneh, Kalimas sampai hilir," kata Syamsul saat dikonfirmasi, Sabtu (28/12/2019).

Dia menambahkan pengerukan sungai itu tidak dilakukan sembarangan. Sebab, harus memperhatikan konstruksi bangunan yang ada di sampingnya. Khusus di Kalimas, pihak Jasa Tirta menyarankan pengerukan yang boleh dilakukan oleh pemkot hanya beberapa meter saja. Setelah itu dilakukan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan.


"Tidak bisa terlalu dalam, ada batas yang harus ditaati bersama. Kalau pengerukan terlalu dalam konstruksi di pinggir bisa sleeding. Biaya yang dikeluarkan akan lebih besar lagi. Jadi, mengeruk saluran ada hitungannya, sejauh mana yang boleh dikeruk atau tidak boleh dikeruk," ungkapnya.

Pihaknya, tambah Syamsul, melakukan pengerukan di Sungai Kalimas tahun 2018. Saat itu, hasilnya didapatkan 6.570 rit. Satu rit sama dengan satu dump truk.

"Jika ditotal, hasil pengerukan di Kalimas berkisar 40 ribu meter kubik," ujarnya.


Tonton juga Warga Karangdoro Jaga Kebersihan Sungai dengan Balap Gethek :


Selanjutnya
Halaman
1 2