Bule Belanda Pembunuh Mantan Istri Akan Diperiksa Kejiwaannya

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 15:13 WIB
HT di ruang penyidik (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - HT (56) bule Belanda yang tega membunuh mantan istrinya, Nur Hofiani (42) saat ini diperiksa kejiwaannya. Polisi memanggil psikolog untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka yang temperamental dan sering berubah-ubah dalam memberikan pernyataan dalam penyidikan.

"Hari ini kami panggil psikolog untuk memeriksa HT karena sering temperamental dan statemen nya berubah-ubah," ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin kepada detikcom, Kamis (26/12/2019).

Tes kejiwaan oleh psikolog, kata Arman, bukan karena kecurigaan polisi jika HT mengidap gangguan jiwa. Namun terkait dengan depresi dan kebenaran pernyataan kepada penyidik terkait pembunuhan yang diduga dilakukannya.

"HT saat ditanya oleh penyidik mengalami kesulitan dan dugaan sementara masih banyak hal yang harus diungkapkan masih disimpan oleh yang bersangkutan. Belum digelontorkan semua," tambahnya.


Penyidikan terhadap HT (56) terus dilakukan oleh aparat kepolisian Polresta Banyuwangi. Polisi mengalami kesulitan lantaran HT temperamental dan berubah-ubah dalam memberikan pernyataan saat ditanya oleh penyidik.

Bahkan, saat diperiksa, HT sempat menantang duel penyidik yang akan memeriksa bule asal Belanda yang sudah lebih dari 5 tahun menetap di Banyuwangi ini.

"Sempat menantang penyidik duel satu lawan satu. Padahal kami hanya tanya dasar dari penyidikan. Belum pada penyebab kematian korban di rumah tersangka," ujar AKP M. Solikin Ferry, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi.


HT, kata Ferry, hanya ingin pendampingan dari pengacara yang ditunjuk oleh Konjen Belanda. Namun hingga saat ini pengacara penunjukan dari Konjen Belanda masih belum datang.

Mengenai tersangka yang temperamental, tambah Ferry, diakuinya karena SDM bule tersebut. Sebab diduga pelaku hanya mengenyam pendidikan setara SD di Belanda dulu.

"Saat kami tanya dia, Elementary School itu aja tidak lulus. Makanya kami hanya menunggu penunjukan pengacara dari Konjen Belanda," pungkas Ferry. (iwd/iwd)