191.870 Personel Amankan Nataru dan Perangi Mirasantika di Gresik

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 16:54 WIB
770 botol miras dimusnahkan (Foto: Istimewa)
Gresik - Sebanyak 191.807 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan natal dan tahun 2020 di Gresik. Ribuan personel gabungan ini akan disebar di seluruh wilayah Gresik.

"Disebar di 1.792 titik yang meliputi gereja, tempat perayaan tahun baru, tempat perbelanjaan, stasiun, terminal dan pelabuhan," ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2019 di Polres Gresik, Kamis (19/12/2019).

Usai apel, Kusworo bersama Wabup Qosim, Kajari Heru Winoto, dan Kasdim Mayor Suwanto melakukan pemusnahan miras. Ada 770 botol miras jenis arak yang dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat.

Ratusan botol miras itu disita dari warung yang menjualnya yang berkedok warung kopi.


Kusworo mengatakan ratusan botol miras itu dirazia di sejumlah wilayah di Gresik. Miras tersebut dicampur dengan minuman energi untuk mengelabui petugas.

"Miras yang ada di warung-warung itu dipasok dari kawasan Tuban. Kemudian menjualnya dengan cara dioplos dengan sebutan esmoni, dijual dengan harga dua puluh ribu. Jadi ketika petugas lewat dikiranya minuman berenergi. Tapi setelah dicium baunya ketahuan itu minuman keras," kata Kusworo.

Kusworo menambahkan dari hasil pemantauan dan laporan masyarakat, pengunjung seusai pulang dari warung-warung yang dirazia kebanyakan mabuk.

"Mereka keluar dari sana mabuk, jalannya sempoyongan, itu yang membuat curiga. Setelah ditelusuri, ternyata warung itu menyediakan minuman keras berupa arak yang dikemas dengan botol mineral," ujar Kusworo.


Usai mengetahui warung tersebut menjual miras berjenis arak, polisi kemudian melakukan razia dengan melibatkan tokoh agama dan forkompinda.

"Tujuannya selain kami proses hukumnya. Dari sisi masyarakat sekitar kita sosialisasi dengan kami lakukan siraman rohani. Sedangkan barang bukti miras tadi sudah kami musnahkan dengan menggunaan dozer," lanjut Kusworo.

Dari data kepolisian, rata-rata pengunjung warung kopi yang menyediakan miras, didominasi usia mulai 25 hingga 40 tahun. Dengan dirazianya warung-warung kopi penyedia miras, mampu membuat efek jera dan dipastikan malam tahun baru menjadi aman.

"Dampaknya, warung-warung yang kami razia sudah tidak melayani lagi," tandas Kusworo. (fat/iwd)