Petugas Gabungan Pengamanan Sidak Penumpang di Pelabuhan Ketapang

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 15:00 WIB
Sidak penumpang kapal di Pelabuhan Ketapang (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Menjelang perayanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Tim Gabungan Pengamanan Nataru dari Kepolisian, TNI AL dan AD serta otoritas pelabuhan memastikan kegiatan pelayaran di Selat Bali lancar. Mereka melakukan sidak di Kapal yang melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ini.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin bersama Komandan Kodim 0825 Letkol Inf Eko Wahyu dan Komandan Angkatan Laut (Danlanal) Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal turun langsung memeriksa kondisi sejumlah armada kapal Ferry yang beroperasi di Pelabuhan Ketapang, Kamis (19/12/2019).

Bahkan mereka langsung bertanya kepada para penumpang kapal, terkait fasilitas dan keselamatan kapal yang membawa mereka.

"Bagaimana pak, apa perjalanan aman dan nyaman kan?" tanya kapolresta kepada salah satu penumpang.

"Aman dan nyaman pak. Karena ada pengamanan yang baik dan ramah. Kapal juga nyaman," ujar Budi, warga Jember yang menuju Denpasar Bali.

Tak hanya mengecek kondisi kenyamanan penumpang, kapolresta berserta rombongan juga mengecek dek dan anjungan kapal.

Menurutnya, Pelabuhan Ketapang ini menjadi salah satu titik vital pergerakan masa saat liburan Natal dan Tahun Baru.


"Untuk itu, selain memperketat pengamanan, kita juga harus pastikan kondisi kapal penyeberangan dalam keadaan baik. Sehingga masyarakat yang ingin bepergian ke Bali dipastikan aman dan nyaman," kata Kapolresta.

Selain memeriksa kondisi kapal penyeberangan, kata kapolresta, pihaknya juga sudah menggelar pasukan pengamanan Nataru. Gelar pasukan yang diberi sandi Operasi Lilin Semeru 2019 ini ada 1.850 personel keamanan, gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas pendukung lainnya beserta organisasi masyarakat.

"Tentu ini gawe besar kita untuk pengamanan yang dilakukan oleh aparat keamanan di Banyuwangi," tambahnya.

Petugas keamanan tersebut nantinya akan menjaga titik-titik vital seperti jalur black spot (rawan kecelakaan), pusat keramaian, serta titik kepadatan kendaraan khususnya di Pelabuhan.

"Kita juga libatkan satuan khusus Brimob, untuk mengantisipasi terjadinya aksi terorisme dan radikalisme," imbuhnya.

Sementara Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ketapang, Agus W menyampaikan, ada 56 unit kapal Ferry yang melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk PP selama Nataru. Seluruh armada kapal sudah dilakukan ramcek sehingga dipastikan layak laut.

"Sebulan yang lalu sudah kita ramcek. Untuk kekurangan yang sifatnya minor, kita sudah minta operator kapal untuk segera membenahi. Termasuk kelengkapan yang kurang kita minta agar dilengkapi," pungkasnya. (fat/fat)