Penyelundupan 7.040 Baby Lobster Senilai Rp 1,5 M Digagalkan

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 16 Des 2019 12:33 WIB
7.040 Ekor baby lobster gagal diselundupkan (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Polisi menggulung sindikat penyelundupan baby lobster bernilai miliaran rupiah. Lima pelaku dibekuk beserta barang bukti 7.040 ekor baby lobster jenis mutiara dan pasir.

Adalah SLK, wanita berusia 47 tahun asal Kecamatan Pesanggaran telah ditetapkan sebagai tersangka bersama 4 rekan laki-laki lainnya. Mereka adalah SGT (38) warga Kecamatan Wongsorejo, MS (29) warga Lampung Timur, ENF (35) dan AW (35) keduanya warga Batang Jawa Tengah.

Dua di antaranya adalah sepasang suami istri yang menjadi pelaku utama. Dua lainnya adalah kurir dan satunya merupakan pembeli.

"Totalnya sebanyak 7.040 ekor benur (benih lobster) yang diamankan. Pelaku tak bisa lagi berkutik setelah ada bukti yang kami amankan terlebih dahulu," kata Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin kepada detikcom, Senin (16/12/2019).


Penyelundupan 7.040 Baby Lobster Senilai Rp 1,5 M DigagalkanFoto: Ardian Fanani

Pengungkapan ini menurut Arman bermula dari sejumlah laporan masyarakat yang mencurigai adanya transaksi benih lobster secara ilegal. Polisi kemudian melakukan sejumlah penyelidikan lebih lanjut untuk menindaklanjuti atas laporan tersebut.

"Tepatnya pada hari Kamis (12/12), transaksi benih lobster ilegal berhasil kami ungkap. Benih tersebut didapati oleh pelaku dari NTB untuk kemudian oleh pelaku dijual kembali ke luar pulau," tambahnya.

Pelaku terbilang cukup cerdik dalam menjalankan aksinya. Pelaku menggunakan kamuflase dengan mengangkut benih benih lobster itu dengan mobil kecil, setelah dipindahkan dari sebuah truk. Hal itu dilakukan mereka guna mengelabui pemeriksaan dan menghindari kecurigaan.


"Kami tangkap di wilayah Wongsorejo. Mobil dan 4 box styrofoam berisi 22 kantong plastik yang masing-masing ada 320 ekor lobster," tambahnya.

Atas kasus penyelundupan ini, para pelaku dikenakan pasal 92 dan/atau pasal 88 UU No.45 tahun 2009 tentang Perikanan Jo pasal 2 dan pasal 7 Permen KP RI No.56/ Permen-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster (panulirus spp), Kepiting (seyla spp), dan rajungan (portonus pelagicus spp) dari wilayah NKRI.

Kelima pelaku kasus penyelundupan benih lobster ilegal tersebut, terancam hukuman penjara maksimal 8 tahun dan denda sebesar 1,5 miliar. Karena ulahnya, negara harus mengalami kerugian miliaran. Sementara untuk benih lobster sendiri, akan dilepasliarkan kembali di perairan pantai Bangsring. (iwd/iwd)